INILAH.COM,
Jakarta - Penanganan kasus bailout Bank Century diyakini tidak bakal
mandek meski nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah disebut oleh
Anas Urbaningrum.
Saat diperiksa penyidik KPK,
Anas membuka peran SBY dalam persoalan bailout Century Rp6,7 triliun.
Anas juga meyebut, ada arahan-arahan dari SBY. Saat itu Anas masih Ketua
Fraksi Partai Demokrat DPR. Anas mengaku SBY memintanya mengamankan
Century, yang saat itu memang sedang hangat di DPR.
Menurut Sekjen Perhimpunan Indonesia (Perindo) Ahmad Rofiq, penanganan kasus Century tidak akan mandek meski nama SBY disebut.
"Memang
selama ini ada kesan KPK adalah paket Istana. Tapi saya kira KPK tidak
akan berani bermain-main dalam kasus ini," kata Rofiq kepada INILAH.COM,
Rabu(12/2/2014).
Penanganan kasus Century ini bisa dimanfaatkan oleh KPK untuk membuktikan kepada publik bahwa KPK itu Independen. Sebab, kesan selama ini KPK gampang diintervensi Istana.
"Ini moment KPK membuktikan diri independent," ujar mantan Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah itu menekankan.
Kasus
Century baru menetapkan satu tersangka, yaitu Budi Mulia. Ia bakal
menjalani sidang perdana, awal Maret 2014 mendatang. Kasus ini juga
menyeret nama Wakil Presiden Boediono. Saat bailout diberikan pada 2008,
Boediono adalah gubernur Bank Indonesia. [gus]
