INILAH.COM, Jakarta - Komunike Bersama Peduli Indonesia
(KBPI) menantang pemimpin dari daerah untuk maju dalam bursa
Capres-Cawapres pada Pemilu 2014.
Tokoh-tokoh yang dianggap layak, terutama pemimpin daerah adalah yang mempunyai dedikasi, leadership yang kuat, berintegritas, dan tidak ada praktik-praktik tercela.
"Kita melihat stok-stok pemimpin yang ada, punya leadership yang kuat, tentulah nama-nama ini kita berikan semangat, kita undang untuk memimpin secara nasional," kata salah satu penggagas KBPI Hamdi Muluk dalam konfrensi pers di Menteng, Jakarta, Rabu (12/2/2014).
Menurutnya, masyarakat Indonesia tidak boleh bertumpu pada nama-nama yang selama ini populer melalui media massa. Sebab, banyak pilihan lain yang harus dilihat juga, disamping yang sudah sering ditampilkan.
"Menu-menu kepemimpinan nasional banyak, jangan bertumpu pada nama itu-itu saja," ujarnya.
Komunike juga menjagokan Wakil Presiden RI 2004-2009 HM.Jusuf Kalla sebagai capres. JK dijagokan sebagai pemimpin nasional yang berintegritas menurut kalangan penggiat sosial. [gus]
Tokoh-tokoh yang dianggap layak, terutama pemimpin daerah adalah yang mempunyai dedikasi, leadership yang kuat, berintegritas, dan tidak ada praktik-praktik tercela.
"Kita melihat stok-stok pemimpin yang ada, punya leadership yang kuat, tentulah nama-nama ini kita berikan semangat, kita undang untuk memimpin secara nasional," kata salah satu penggagas KBPI Hamdi Muluk dalam konfrensi pers di Menteng, Jakarta, Rabu (12/2/2014).
Menurutnya, masyarakat Indonesia tidak boleh bertumpu pada nama-nama yang selama ini populer melalui media massa. Sebab, banyak pilihan lain yang harus dilihat juga, disamping yang sudah sering ditampilkan.
"Menu-menu kepemimpinan nasional banyak, jangan bertumpu pada nama itu-itu saja," ujarnya.
Komunike juga menjagokan Wakil Presiden RI 2004-2009 HM.Jusuf Kalla sebagai capres. JK dijagokan sebagai pemimpin nasional yang berintegritas menurut kalangan penggiat sosial. [gus]
