Headlines News :
Home » » Sampai Kapan Anggota Dewan Bermain Proyek APBN?

Sampai Kapan Anggota Dewan Bermain Proyek APBN?

Written By Unknown on Kamis, 20 Februari 2014 | 07.30

INILAH.COM, Jakarta - Para analis mengungkapkan, banyak alokasi anggaran yang meleset maupun melesat naik di DPR. Celakanya, hal ini dibarengi korupsi, disebabkan sebagian anggota dewan 'main proyek' APBN. Wah!

Berbagai kalangan melihat, setelah ditetapkan menjadi anggota DPR, banyak politisi parlemen itu ‘bermain proyek’ demi menyumbang ke partai dan mencari keuntungan pribadi dalam rangka mempersiapkan biaya kampanye tahun berikutnya.

“Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya anggota dewan yang tertangkap oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Setiap tersangka yang ditetapkan KPK, selalu ada anggota dewan yang diduga terlibat dalam korupsi,” kata Koordinator Advokasi dan Investigasi FITRA (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) Uchok Sky Khadafi.

Akibatnya, banyak alokasi anggaran yang meleset karena, sebagian anggota dewan tidak fokus menjalankan fungsinya sebagai legislator,malahan lebih pintar mengutak-atik APBN sebagai proyek untuk dikorupsi.
Oleh karena sebagian anggota dewan pintar mengutak-atik APBN, maka fungsi sebagai legislator lupa untuk dilaksanakan. Lihat saja program legislasi, anggota dewan tidak pernah mencapai target. Data 2011 dan 2012 menunjukkan, realisasi anggaran untuk legislasi hanya 44.1 persen untuk 2012, dan 26,1 persen untuk 2011. Sejak 2009 - 2014, anggota DPR RI sudah mengalokasi anggaran untuk DPR sebesar Rp. 15.736.270.310.000.
Alokasi anggaran yang disiapkan pada 2012 sebesar Rp427,2 miliar hanya bisa dihabiskan sebesar Rp188,4 miliar. Sedangkan pada 2011, alokasi anggaran yang disiapkan sebesar Rp419,2 miliar, anggota dewan hanya sanggup menghabiskan anggaran Rp109,7 miliar.

“Yang paling tragis adalah pada 2014, dimana alokasi anggaran untuk legislasi hanya Rp339,1 milyar. Penurunan alokasi anggaran ini, sebagai pertanda bahwa anggota dewan tidak akan banyak lagi pada ruang sidang-sidang untuk membahas sebuah RUU,” tambahnya. Angka alokasi anggaran tersebut sekadar ilustrasi di sini.

“Alokasi anggaran ini memang besar sekali, tetapi, realisasi anggaran masih banyak yang meleset sehingga harus banyak dikembalikan ke kas negara,” kata Uchok.
Karena realisasi anggaran untuk DPR banyak yang meleset, maka banyak yang harus dikembalikan ke kas negara. Celakanya, sebagian anggota DPR juga pemain proyek APBN itu sendiri.

Pertanyaannya, sampai kapan penyelenggara negara yakni para angota DPR itu sekaligus juga pemain ‘proyek APBN’? Sungguh menyedihkan dan mengerikan. [berbagai sumber]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI