INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya
(Gerindra) Suhardi menilai, saat ini penggunaan energi alternatif untuk
sumber listrik di Indonesia masih belum maksimal.
Padahal menurutnya Indonesia kaya akan sumber-sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin dan air, yang bisa dijadikan sumber energi listrik. "Sudah saatnya sumber energi alternatif tersebut dimanfaatkan untuk tenaga listrik," ujarnya, Rabu (18/2/2014).
Ia melanjutkan, penggunaan energi alternatif untuk listrik akan jauh lebih hemat dibandingkan dengan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dengan penggunaan energi alternatif, maka tarif listrik untuk masyarakat dapat turun secara bertahap.
"Subsidi listrik juga dapat ditekan. Tentunya secara ekonomi juga akan lebih baik bagi bangsa Indonesia," ucapnya.
Sementara Ketua Dewan Pakar Partai Gerindra, Burhanuddin Abdullah mengatakan bahwa penggunaan energi alternatif merupakan solusi untuk jangka panjang untuk mewujudkan ketahanan energi.
Ia mengakui, memang untuk pengembangan sumber daya panas bumi membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Namun tentunya yang harus dilihat adalah untuk jangka panjang dimana sumber energi seperti BBM pasti akan habis.
"Penggunaan sumber daya alternatif adalah solusi yang paling tepat untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi. Masyarakat juga akan sangat diuntungkan karena biaya listrik yang murah. Negara juga diuntungkan karena beban subsidi yang pasti berkurang," jelasnya.
Burhanuddin juga mengatakan bahwa penerapan energi alternatif adalah salah satu bagian dari program kerja Partai Gerindra yang dituangkan dalam 6 Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra.
Salah satu program kami adalah membangun pembangkit listrik tenaga listrik tenaga panas bumi dan air dengan kapasitas total 10.000 MW. Hal ini merupakan bagian dari kepedulian kami terhadap masalah energi," tandasnya.[bay]
Padahal menurutnya Indonesia kaya akan sumber-sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin dan air, yang bisa dijadikan sumber energi listrik. "Sudah saatnya sumber energi alternatif tersebut dimanfaatkan untuk tenaga listrik," ujarnya, Rabu (18/2/2014).
Ia melanjutkan, penggunaan energi alternatif untuk listrik akan jauh lebih hemat dibandingkan dengan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dengan penggunaan energi alternatif, maka tarif listrik untuk masyarakat dapat turun secara bertahap.
"Subsidi listrik juga dapat ditekan. Tentunya secara ekonomi juga akan lebih baik bagi bangsa Indonesia," ucapnya.
Sementara Ketua Dewan Pakar Partai Gerindra, Burhanuddin Abdullah mengatakan bahwa penggunaan energi alternatif merupakan solusi untuk jangka panjang untuk mewujudkan ketahanan energi.
Ia mengakui, memang untuk pengembangan sumber daya panas bumi membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Namun tentunya yang harus dilihat adalah untuk jangka panjang dimana sumber energi seperti BBM pasti akan habis.
"Penggunaan sumber daya alternatif adalah solusi yang paling tepat untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi. Masyarakat juga akan sangat diuntungkan karena biaya listrik yang murah. Negara juga diuntungkan karena beban subsidi yang pasti berkurang," jelasnya.
Burhanuddin juga mengatakan bahwa penerapan energi alternatif adalah salah satu bagian dari program kerja Partai Gerindra yang dituangkan dalam 6 Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra.
Salah satu program kami adalah membangun pembangkit listrik tenaga listrik tenaga panas bumi dan air dengan kapasitas total 10.000 MW. Hal ini merupakan bagian dari kepedulian kami terhadap masalah energi," tandasnya.[bay]
