INILAHCOM, Jakarta - Dukungan publik agar Tri Rismaharini tidak
mundur dari jabatannya sebagai Wali Kota Surabaya terus mengalir.
Beberapa pihak pun menyayangkan adanya konflik internal di tubuh PDIP,
yang menyebabkan Risma berpikir untuk mundur.
Salah seorang tokoh pemuda Surabaya, M Faidzin menilai konflik yang terjadi di tubuh PDIP, sungguh memalukan dan bisa merusak birokrasi pemerintahan yang sudah berjalan. Menurut pria yang akrab disapa Faiz itu, PDIP seharusnya memberikan dukungan terhadap Risma, selain itu elit partai juga sebaiknya mendorong kadernya agar bekerja lebih baik bukan dihambat.
"Peristiwa ini sangat disayangkan karena seharusnya konflik partai tidak mencuat ke tengah masyarakat. Bila ada permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan baik. Selama memerintah di Surabaya dia (Risma) sudah menunjukkan kinerja yang baik, dan mendedikasikan diri secara baik di tengah masyarakat," tegas pria yang bergabung dalam organisasi Solusi Pemuda Indonesia (SPI) itu.
Ia melanjutkan, masalah ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh PDIP dan bisa menjadi contoh bagi partai-partai lain, yang kadernya menjadi pemimpin daerah. "Ketika ada kadernya yang mampu berbuat lebih baik untuk kepentingan masyarakat, justru sebaiknya didukung, bukan malah dihambat," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dukungan moral terhadap Risma semakin meluas terkait isu akan mundurnya ia dari jabatan wali kota Surabaya. Hal ini sehubungan dengan tekanan politik kepada Risma yang sangat kuat.
Salah satu di antaranya karena Risma menolak pembangunan jalan tol di tengah-tengah kota. Tekanan politik terhadap Risma muncul sehingga di jalan-jalan utama Surabaya banyak spanduk bertuliskan "Save Risma". [bay]
Salah seorang tokoh pemuda Surabaya, M Faidzin menilai konflik yang terjadi di tubuh PDIP, sungguh memalukan dan bisa merusak birokrasi pemerintahan yang sudah berjalan. Menurut pria yang akrab disapa Faiz itu, PDIP seharusnya memberikan dukungan terhadap Risma, selain itu elit partai juga sebaiknya mendorong kadernya agar bekerja lebih baik bukan dihambat.
"Peristiwa ini sangat disayangkan karena seharusnya konflik partai tidak mencuat ke tengah masyarakat. Bila ada permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan baik. Selama memerintah di Surabaya dia (Risma) sudah menunjukkan kinerja yang baik, dan mendedikasikan diri secara baik di tengah masyarakat," tegas pria yang bergabung dalam organisasi Solusi Pemuda Indonesia (SPI) itu.
Ia melanjutkan, masalah ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh PDIP dan bisa menjadi contoh bagi partai-partai lain, yang kadernya menjadi pemimpin daerah. "Ketika ada kadernya yang mampu berbuat lebih baik untuk kepentingan masyarakat, justru sebaiknya didukung, bukan malah dihambat," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dukungan moral terhadap Risma semakin meluas terkait isu akan mundurnya ia dari jabatan wali kota Surabaya. Hal ini sehubungan dengan tekanan politik kepada Risma yang sangat kuat.
Salah satu di antaranya karena Risma menolak pembangunan jalan tol di tengah-tengah kota. Tekanan politik terhadap Risma muncul sehingga di jalan-jalan utama Surabaya banyak spanduk bertuliskan "Save Risma". [bay]
