INILAHCOM, Jakarta - Koordinator Nasional Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi menegaskan dirinya adalah kader PDIP.
"Kami semua kader petarung. Seruan rakyat dan tangisan ibu pertiwi memanggil kami untuk kembali bergerak," ujarnya kepada INILAH.COM, Senin (17/2/2014).
Budi membantah pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP Hasto Kristianto yang menyebut kelompok Pro Jokowi (Projo) bukan kader maupun anggota partai.
Projo didirikan oleh kader dan simpatisan PDI Perjuangan. Mereka memiliki KTA PDI Perjuangan. Sebagian pernah menerima penugasan partai, baik sebagai fungsionaris struktural partai maupun penugasan lainnya.
"Apakah karena saat ini tidak duduk di struktural partai, terus hilang kekaderannya. Partai politik itu bukan sekedar struktur dan orang-orangnya, tapi segenap rakyat dengan seluruh harapan-harapannya," jelasnya.
Mantan Wakil Ketua DPD PDIP DKI ini menjelaskan sebagian besar penggerak Projo adalah para penggerak Posko Mega Gotong Royong di tahun 1998.
"Sejak awal didirikan Projo ingin Jokowi dicapreskan oleh PDIP di tengah godaan partai lain yang juga menghendakinya," imbuh Budi. [rok]
"Kami semua kader petarung. Seruan rakyat dan tangisan ibu pertiwi memanggil kami untuk kembali bergerak," ujarnya kepada INILAH.COM, Senin (17/2/2014).
Budi membantah pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP Hasto Kristianto yang menyebut kelompok Pro Jokowi (Projo) bukan kader maupun anggota partai.
Projo didirikan oleh kader dan simpatisan PDI Perjuangan. Mereka memiliki KTA PDI Perjuangan. Sebagian pernah menerima penugasan partai, baik sebagai fungsionaris struktural partai maupun penugasan lainnya.
"Apakah karena saat ini tidak duduk di struktural partai, terus hilang kekaderannya. Partai politik itu bukan sekedar struktur dan orang-orangnya, tapi segenap rakyat dengan seluruh harapan-harapannya," jelasnya.
Mantan Wakil Ketua DPD PDIP DKI ini menjelaskan sebagian besar penggerak Projo adalah para penggerak Posko Mega Gotong Royong di tahun 1998.
"Sejak awal didirikan Projo ingin Jokowi dicapreskan oleh PDIP di tengah godaan partai lain yang juga menghendakinya," imbuh Budi. [rok]
