INILAH.COM, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra
Prabowo Subianto menghadiri Muktamar Alkhairaat di Kota Palu, Sulawesi
Tengah, Senin (10/2/2014).
Prabowo tiba sekitar pukul 12.00 WITA dengan menggunakan pesawat pribadinya. Disambut oleh panitia, pengurus, dan simpatisan Gerindra, serta ormas-ormas kemasyarakatan seperti APPSI dan HKTI.
Mantan Danjen Kopassus ini diundang sebagai tamu kehormatan. Diberikan waktu satu jam untuk berpidato di hadapan 1.000 hadirin yang terdiri dari 135 pengurus wilayah provinsi dan kabupaten/kota Alkhairaat.
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan presiden terpilih di Pemilu 2014 harus paham terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa. Kebocoran keuangan negara harus ditutup dan gizi masyarakat ditingkatkan.
"Negara kita saat ini sedang berdarah. Kekayaan kita mengalir ke luar negeri dan ke rekening-rekening koruptor, nyaris tidak terkendali akibat sistem pemerintahan yang lemah," ujarnya.
Jika kekayaan negara terus bocor, tidak mungkin kualitas SDM, prestasi, dan pertahanan kita meningkat. Negara butuh kekayaan untuk menciptakan kesejahteraan.
Menurutnya, pilihan rakyat Indonesia di Pemilu 2014 sangat menentukan masa depan bangsa. Jika yang terpilih bukan orang yang bersih, jujur, dan berpihak pada rakyat, maka kita tidak akan mampu menghadapi tantangan besar. [rok]
Prabowo tiba sekitar pukul 12.00 WITA dengan menggunakan pesawat pribadinya. Disambut oleh panitia, pengurus, dan simpatisan Gerindra, serta ormas-ormas kemasyarakatan seperti APPSI dan HKTI.
Mantan Danjen Kopassus ini diundang sebagai tamu kehormatan. Diberikan waktu satu jam untuk berpidato di hadapan 1.000 hadirin yang terdiri dari 135 pengurus wilayah provinsi dan kabupaten/kota Alkhairaat.
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan presiden terpilih di Pemilu 2014 harus paham terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa. Kebocoran keuangan negara harus ditutup dan gizi masyarakat ditingkatkan.
"Negara kita saat ini sedang berdarah. Kekayaan kita mengalir ke luar negeri dan ke rekening-rekening koruptor, nyaris tidak terkendali akibat sistem pemerintahan yang lemah," ujarnya.
Jika kekayaan negara terus bocor, tidak mungkin kualitas SDM, prestasi, dan pertahanan kita meningkat. Negara butuh kekayaan untuk menciptakan kesejahteraan.
Menurutnya, pilihan rakyat Indonesia di Pemilu 2014 sangat menentukan masa depan bangsa. Jika yang terpilih bukan orang yang bersih, jujur, dan berpihak pada rakyat, maka kita tidak akan mampu menghadapi tantangan besar. [rok]
