Headlines News :
Home » » Mengungkap Arah Pramono Edhie Membawa Bangsa

Mengungkap Arah Pramono Edhie Membawa Bangsa

Written By Unknown on Minggu, 23 Februari 2014 | 16.14

INILAHCOM, Jakarta - Nama Pramono Edhie Wibowo dalam setahun terakhir masuk jajaran elit politik di Partai Demokrat. Namanya kerap dikaitkan dengan kebesaran ayahandanya, Sarwo Edhie Wibowo, sang jenderal mantan komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Legacy sang ayah sebagai militer tulen mengalir pada diri Pramono Edhie. Apalagi jabatan terakhirnya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) diselesaikan dengan mulus. Seperti para tokoh Presiden RI sebelumnya, sebut saja Megawati Soekarnoputri yang mewarisi trah Soekarno.

Demikian pula Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang merupakan titisan dari ayahnya KH Wahid Hasyim, tokoh gerakan nasional dan pendiri Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) serta kakeknya KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Ketokohan Sang Ayahanda, Sarwo Edhie, diakui telah mengalir pada diri Pramono Edhie. Latar belakang sebagai tentara dan darah kepemimpinan dari sang ayah itulah yang diyakini menjadi pemicu ketokohannya. Darah tentara secara ideologis dan biologis telah melekat dan identik dengan figur Pramono. Ia juga menjadi simbol keberlangsungan trah Sarwo Edhie dalam kancah politik nasional.

Tradisi kerja dan turun ke lapangan, telah bertahun-tahun melekat dan menjadi jati diri Pramono di korps militer. Hal yang wajar bila elektabilitas Pramono Edhie pelan tapi pasti naik secara konsisten.
Walaupun tergolong baru terjun ke politik praktis, nama Pramono Edhie menyodok. Setidaknya hal tersebut terlihat dari elektabilitas namanya di jajaran peserta konvensi Partai Demokrat.

Memang, ketokohan Pramono seringkali dikait-kaitkan dengan Cikeas, yang merujuk keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal yang wajar dan normal mengingat Pramono adalah adik kandung Ibu Ani Yudhoyono, istri SBY meski posisi ini kerap tidak menguntungkan bagi pensiunan jenderal ini. Tudingan nepotisme kerap diarahkan pada Mas Edhie, demikian ia kerap disapa.
Hubungan darah dengan Ibu Ani Yudhoyono juga menjadikan Pramono kerap dicurigai sebagai anak emas oleh Partai Demokrat sebagai kandidat presiden yang akan diusung oleh Partai Demokrat. Tudingan yang tentunya perlu dibuktikan kebenarannya.

Selain itu, tudingan Pramono Edhie bakal disiapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat setelah masa transisi dari SBY juga mencuat di publik. Rumor yang sengaja dihembuskan untuk mengerdilkan pria kelahiran Magelang, 5 Mei 1955 ini.

Bagaimana nasib politik mantan Pangdam III/Siliwangi dan Pangkostrad ini dalam Pemilu 2014 mendatang? Lalu bagaimana pula rencana perubahan yang dibawa Sang Jenderal ini di tubuh Partai Demokrat dan bangsa ini? Apa pandangannya terhadap calon pemimpin yang akan membawa Indonesia di masa mendatang?

Inilah yang akan dibahas dalam diskusi INILAH Demokrasi di INILAHCOM Grup, Minggu (23/2/2014). Diskusi juga akan menghadirkan pengamat Salim Said dan dipandu moderator dari tim redaksi INILAHCOM. [mdr]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI