NILAHCOM,
Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil
menduga ada potensi besar intelijen digunakan sebagian pihak dalam
mengawasi dan mengancurkan parpol menjelang Pemilu Legislatif dan
Pemilihan Presiden 2014.
"Selama ini tidak ada badan otoritas mengendalikan soal penyadapan di institusi, dan untuk memastikan kewenangan ini tidak disalahgunakan potensi itu ada. Karenanya memang super hati-hati parpol ini ketika jelang pemilu," ujar Nasir kepada INILAHCOM, Minggu (23/2/2014).
Menurut dia, semua parpol berpeluang menjadi sasaran pihak intelijen yang dikendalikan oleh pihak tertentu. Sebab masing-masing parpol punya kelemahan.
"Masing-masing parpol punya kelemahan atau 'punya dosa politik' walaupun ada kadarnya. Inilah yang kemudian dimanfaatkan jadi saling menyandera. Jadi, orang yang punya akses kekuasaan paling mudah tergoda melakukan ini," tutur Nasir.
Meski begitu, Nasir berharap intelijen ini tidak digunakan pihak-pihak tertentu dalam menjatuhkan lawan politiknya. Sebab siapapun yang punya akses kepada intelijen, maka berpotensi melakukannya.
"Ini bicara ekstensi, tapi ini sesuatu yang tidak boleh terjadi," tandasnya.[yeh]
"Selama ini tidak ada badan otoritas mengendalikan soal penyadapan di institusi, dan untuk memastikan kewenangan ini tidak disalahgunakan potensi itu ada. Karenanya memang super hati-hati parpol ini ketika jelang pemilu," ujar Nasir kepada INILAHCOM, Minggu (23/2/2014).
Menurut dia, semua parpol berpeluang menjadi sasaran pihak intelijen yang dikendalikan oleh pihak tertentu. Sebab masing-masing parpol punya kelemahan.
"Masing-masing parpol punya kelemahan atau 'punya dosa politik' walaupun ada kadarnya. Inilah yang kemudian dimanfaatkan jadi saling menyandera. Jadi, orang yang punya akses kekuasaan paling mudah tergoda melakukan ini," tutur Nasir.
Meski begitu, Nasir berharap intelijen ini tidak digunakan pihak-pihak tertentu dalam menjatuhkan lawan politiknya. Sebab siapapun yang punya akses kepada intelijen, maka berpotensi melakukannya.
"Ini bicara ekstensi, tapi ini sesuatu yang tidak boleh terjadi," tandasnya.[yeh]
