INILAHCOM, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menilai
tindakan kekerasan yang dilakukan ustadz Hariri kepada seorang pria yang
diunggah di situs video 'Youtube' merupakan tindakan kurang terpuji.
Begitu pun terhadap video penyiksaan orangutan yang terjadi di Kebun Binatang Bandung yang tersebar di situs berbagi video tersebut.
"Ya tentu tindakan kekerasan tindakan melawan hukum siapapun yang melakukan terhadap binatang apalagi manusia itu tidak baik," kata Heryawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (13/2/2014).
Terlebih, lanjut pria yang akrab disapa Aher ini tindakan senonoh itu dilakukan oleh sorang publik figur.
"Intinya siapapun yang melakukan tindakan tidak senonoh atau tindakan melawan hukum ya tentu tidak baik," jelas Aher.
Dia berharap jika yang bersangkutan terbukti benar dalam video tersebut maka alangkah baiknya untuk meminta maaf. Pasalnya, video yang diunggah tersebut sudah diketahui orang banyak. Bahkan beberapa hari terakhir ini tengah menjadi sorotan publik.
"Sebaiknya tentu kalau memang pelakunya yang bersangkutan harus minta maaf. Bahkan saya khawatir lebih dari itu, ada yang memproses secara hukum. Tapi cukup dengan minta maaf selesai lah," tutup Aher yang mengaku belum sempat melihat videonya. [hus]
Begitu pun terhadap video penyiksaan orangutan yang terjadi di Kebun Binatang Bandung yang tersebar di situs berbagi video tersebut.
"Ya tentu tindakan kekerasan tindakan melawan hukum siapapun yang melakukan terhadap binatang apalagi manusia itu tidak baik," kata Heryawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (13/2/2014).
Terlebih, lanjut pria yang akrab disapa Aher ini tindakan senonoh itu dilakukan oleh sorang publik figur.
"Intinya siapapun yang melakukan tindakan tidak senonoh atau tindakan melawan hukum ya tentu tidak baik," jelas Aher.
Dia berharap jika yang bersangkutan terbukti benar dalam video tersebut maka alangkah baiknya untuk meminta maaf. Pasalnya, video yang diunggah tersebut sudah diketahui orang banyak. Bahkan beberapa hari terakhir ini tengah menjadi sorotan publik.
"Sebaiknya tentu kalau memang pelakunya yang bersangkutan harus minta maaf. Bahkan saya khawatir lebih dari itu, ada yang memproses secara hukum. Tapi cukup dengan minta maaf selesai lah," tutup Aher yang mengaku belum sempat melihat videonya. [hus]
