INILAH.COM,
Jakarta - Partai Hanura mempertanyakan motif di belakang Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyetujui pembebasan bersyarat terpidana
kasus narkoba asal Australia, Schapelle Leigh Corby.
"Akibat dari pembebasan ini akhirnya orang dapat menduga duga dengan berbagai opini, ada apa sebenarnya?" ujar Sekretaris Fraksi Partai Hanura Saleh Husin kepada INILAH.COM, Sabtu (8/2/2014).
Wajar saat ini terjadi polemik soal pembebasan Corby. Sebab, keputusan itu bertentangan dengan sikap Indonesia yang tegas saat kasus penyadapan pihak Australia kepada beberapa pejabat Indonesia.
Saleh menegaskan Presiden SBY harus menjelaskan kepada publik soal pertimbangan dalam pembebasan Corby.
Sebagaimana diberitakan, Schapelle Leigh Corby dalam waktu dekat akan bebas dari penjara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Denpasar, Bali.
Wanita asal Australia itu mendapat pembebasan bersyarat karena dianggap telah memenuhi persyaratan substantif dan administratif. [rok]
"Akibat dari pembebasan ini akhirnya orang dapat menduga duga dengan berbagai opini, ada apa sebenarnya?" ujar Sekretaris Fraksi Partai Hanura Saleh Husin kepada INILAH.COM, Sabtu (8/2/2014).
Wajar saat ini terjadi polemik soal pembebasan Corby. Sebab, keputusan itu bertentangan dengan sikap Indonesia yang tegas saat kasus penyadapan pihak Australia kepada beberapa pejabat Indonesia.
Saleh menegaskan Presiden SBY harus menjelaskan kepada publik soal pertimbangan dalam pembebasan Corby.
Sebagaimana diberitakan, Schapelle Leigh Corby dalam waktu dekat akan bebas dari penjara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Denpasar, Bali.
Wanita asal Australia itu mendapat pembebasan bersyarat karena dianggap telah memenuhi persyaratan substantif dan administratif. [rok]
