INILAH.COM,
Jakarta - Partai Hanura menilai semua tayangan yang memunculkan sosok
Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo di RCTI tidak mengandung unsur kampanye.
"Saya kira iklan yang ada sosok Wiranto-Hary Tanoe tentu bisa dilihat UU Pemilu yang ada, apakah mereka sudah ditetapkan sebagai pasangan. Kalau beliau tampil tidak harus menggunakan simbol partai," ujar Sekretaris Fraksi Partai Hanura Saleh Husin di Gedung DPR, Senayan, Selasa (11/2/2014).
Sebagaimana diberitakan, salah satunya tayangan "Tukang Bubur Naik Haji" disusupi kepentingan pasangan capres-cawapres dari Partai Hanura yakni Wiranto-Hary Tanoe. Dalam tayangan tersebut keduanya tampil seolah-olah mendatangi warga dalam sinetron tersebut.
Menurutnya, Hanura tidak akan mempermasalahkan keputusan KPI yang memberikan teguran atas tayangan tersebut. Hanura tetap yakin tayangan yang memunculkan sosok Wiranto dan Hary Tanoe tak mengandung unsur kampanye.
"Silakan saja, buat kita tentu menurut pandangan kita apa yang ditambil untuk sosok beliau bukan parpol," imbuhnya.
Saleh balik menyindir beberapa kandidat capres dari parpol lainnya yang sering muncul di media, tetapi tidak mendapatkan teguran.
"Saya kira iklan yang ada sosok Wiranto-Hary Tanoe tentu bisa dilihat UU Pemilu yang ada, apakah mereka sudah ditetapkan sebagai pasangan. Kalau beliau tampil tidak harus menggunakan simbol partai," ujar Sekretaris Fraksi Partai Hanura Saleh Husin di Gedung DPR, Senayan, Selasa (11/2/2014).
Sebagaimana diberitakan, salah satunya tayangan "Tukang Bubur Naik Haji" disusupi kepentingan pasangan capres-cawapres dari Partai Hanura yakni Wiranto-Hary Tanoe. Dalam tayangan tersebut keduanya tampil seolah-olah mendatangi warga dalam sinetron tersebut.
Menurutnya, Hanura tidak akan mempermasalahkan keputusan KPI yang memberikan teguran atas tayangan tersebut. Hanura tetap yakin tayangan yang memunculkan sosok Wiranto dan Hary Tanoe tak mengandung unsur kampanye.
"Silakan saja, buat kita tentu menurut pandangan kita apa yang ditambil untuk sosok beliau bukan parpol," imbuhnya.
Saleh balik menyindir beberapa kandidat capres dari parpol lainnya yang sering muncul di media, tetapi tidak mendapatkan teguran.
"Ada juga ketum lain di media online dia full itu tidak diprotes," imbuhnya. [rok]
