Headlines News :
Home » » Akankah Ada 'Kecelakaan' Ketiga Bagi Jokowi?

Akankah Ada 'Kecelakaan' Ketiga Bagi Jokowi?

Written By Unknown on Jumat, 21 Februari 2014 | 10.00

INILAHCOM, Jakarta - Karir politik Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ternyata tidak melalui desain, plot dan rekayasa yang matang serta simultan, melainkan apa yang disebutnya karena ‘kecelakaan’ sejarah atau kebetulan. Bagaimana ceritanya?

Ketika menjadi pembicara dalam kuliah umum dengan tema 'Menuju Good Governance: Reformasi Birokrasi dan Peran Mahasiswa' yang digelar di Universitas Paramadina, Jakarta kemarin, Jokowi bercerita mengenai ‘kecelakaan’ saat pengangkatan dirinya menjadi Wali Kota Solo. Jokowi menyebut dirinya ‘kecelakaan’ saat dilantik menjadi Wali Kota Solo dan bertahta selama sembilan tahun.

Menurut Jokowi, pada 2012 ia kembali diminta untuk maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Ketika itu, ia tidak memiliki ambisi untuk menang. "Diminta ke Jakarta, awalnya cuma mau jadi penggembira. Tapi ‘kecelakaan’ lagi (terpilih jadi gubernur), ya bismillah," ujarnya.

Dengan kata lain, sudah dua kecelakaan sejarah terjadi pada hidup Jokowi: menjadi Wali Kota Solo dan Gubernur DKI. Akankah ada kecelakaan ketiga nantinya bagi Jokowi sebagai capres?
Sebab kini Jokowi adalah salah satu capres terpopuler dari PDIP. Kalau ia benar-benar dicalonkan sebagai capres oleh Megawati PDIP, tentunya ada potensi untuk kecelakaan ketiga kali. Jika ini terjadi, Jokowi bakal bisa menjadi legenda politik di republik ini. Sebab di negara maju sekalipun, di Perancis atau AS, misalnya, tidak ada seorang gubernur pun yang belum menyelesaikan masa tugasnya langsung jadi capres.

Apalagi kalau Jokowi kemudian menang dan terpilih sebagai presiden, itulah kecelakaan sejarah yang luar biasa dalam hidup tokoh yang berwajah ‘marhaen’ itu, dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI langsung jadi Presiden RI.

Terlepas dia kini mendapat sokongan dan dukungan media, konglomerat, bahkan Amerika Serikat di belakangnya, Jokowi bagaimanapun sebuah fenomena politik dengan segala kejutan, anomali dan keganjilannya.

Tentu, rakyat tidak boleh menggantungkan harapan, apalagi nasib, hanya kepadanya, sebab Jokowi jadi capres atau tidak, masih misteri. Malah, jangan-jangan tidak jadi, lantaran ada perubahan obyektif atas situasi dan kondisi? [berbagai sumber]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI