Headlines News :
Home » » Ada Udang di Balik Kisruh Risma

Ada Udang di Balik Kisruh Risma

Written By Unknown on Jumat, 21 Februari 2014 | 10.30

INILAH.COM, Jakarta - Nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melejit. Pemicunya terkait proses pemilihan Wakil Wali Kota Surabaya. PDI Perjuangan, partai pengusungya, mengklaim tidak ada soal. Namun Risma membantahnya. Konflik masih ada. Ada udang di balik kisruh Risma. Siapa menangguk untung?

Risma, perempuan Surabaya itu kini menjadi sosok populer. Namanya menjadi salah satu ikon tanda pagar (tagar) yang populer. Setidaknya di media sosial. Isu soal Risma telah menjadi isu nasional. Tak tanggung-tanggung, Presiden RI SBY menghubungi secara langsung Walikota yang juga bekas Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini.

Kini, giliran Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso mengundang khusus perempuan yang identik dengan jilbab itu. Puluhan media cetak, elektronik dan online, meliput kehadiran Risma di ruang Priyo Budi Santoso, Kamis (20/2/2014).

Priyo mengatakan sebagai pimpinan DPR RI yang membidani masalah pemerintahan dirinya menerima kehadiran Risma di Gedung DPR. "Saya menerima Ibu Wali Kota Surabaya, Ibu Risma, dalam rangka ya beliau ingin semacam menjelaskan atau curhat terhadap berbagai pandangan," ujar Priyo mengawali pertemuan yang mulanya tertutup untuk wartawan tersebut.

Saat giliran Risma menjelaskan tentang kehadiran dirinya di Gedung DPR RI, ia mengatakan kehadirannya lantaran mendapat undangan dari Priyo Budi Santoso. "Saya ada undangannya," aku Risma.

Penjelasan Risma kepada wartawan soal masalah yang ia hadapi tidak begitu jelas artikulasinya. Ia menyinggung soal pemilihan wakil Wali Kota Surabaya yang harus sesuai prosedur. "Bahwa proses itu tolong dilalui itu dengan benar. Jadi prosesnya, itu saja kemarin yang saya minta," tegas Risma seraya mengatakan tujuanya dipanggil Priyo untuk menyampaikan proses pemilihan wakil wali kota.

Ia juga membantah klaim PDI Perjuangan yang menyebut proses pemilihan wakil Wali Kota telah seusai prosedur. "Enggak, saya kok nerima tembusannya dari Panlih (panitia pemilihan) itu. Panlih itu masih begitu. Sekarang ke DPRD aja saya gak boleh mewakilkan karena di DPRD nanti ribut gara-gara ada dua kubu," urai Risma.

Mantan Kepala Dinas Pertamanan Kota Surabaya ini juga mengaku tidak tahu menahu soal klaim PDI Perjuangan yang menyebutkan kisruh yang terjadi dalam pemilihan wakil wali kota merupakan ada upaya intrik dari pihak luar. “Saya ndak ngerti itu. Saya ndak ngerti." elak Risma.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menepis persoalan yang menimpa Risma khususnya terkait dengan Wakil Wali Kota Surabaya diklaim telah selesai. "Saya datangi kediaman Bu Risma, masalah itu clear. Soal ada pernik DPRD dan Kepala Daerah, itu wajar, semua daerah ada," ujar Tjahjo saat ditemui di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Terkait rumor kisruh antara Risma dengan Wakil Wali Kota, Tjahjo menegaskan Wisnu yang juga Ketua DPC Surabaya mendukung penuh kebijakan Risma. Menurut dia, latar belakang Wisnu menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya mengisi jabatan wakil wali kota yang lowong ditinggal Bambang DH. "Clear, gak ada masalah," tegas Tjahjo. Dia menyebutkan Risma tidak akan mundur dari posisinya sebagai Wali Kota Surabaya.

Tjahjo mengendus, polemik di internal Risma sengaja dihembuskan yang bertujuan membuat PDI Perjuangan tidak solid. Apalagi, kata Tjahjo saat ini memasuki tahun politik. "PDI Perjuangan sudah cukup solid wajar kalau ada yang tak suka. Dan saya tahu (pelakunya). Level nasional yang bermain," ungkap Tjahjo tanpa merinci siapa yang dimaksud. [mdr]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI