INILAH.COM, Jakarta - Kinerja KPU kembali dipertanyakan, setelah
beberapa waktu lalu ditemukan di Jawa Timur tidak adanya lembar C1
dalam bundel kertas suara, peristiwa hampir sama terjadi d Provinsi
Riau. Kali ini, bukan hanya lampiran semisal C1, tapi gambar pasangan No
urut 5, Jon Erizal-Mambang Mit tidak ada di kertas suara.
Kejadian itu berlangsung di Kabupaten Bengkalis, pada saat KPUD Bengkalis melakukan pengecekan kertas suara sebelum d distribusikan ke kecamatan-kecamatan.
"Kami juga kaget atas kejadian ini, ini persoalan serius, dan secepatnya kami akan berkonsultasi dengan KPU Provinsi dan mengambil langkah cepat agar tahapan Pilgub tidak terganggu," terang Iskandar, Ketua KPU Bengkalis, Rabu (14/8/2013).
Dia meminta semua pihak bersikap tenang dan bijaksana dalam persoalan ini. Jangan sampai menimbulkan kegaduhan yang akan mengganggu tahapan dan juga pelaksanaan Pilgub tanggal 4 September 2013 mendatang.
Tetapi, peristiwa ini mendapat reaksi keras, tidak saja dari tim pasangan No urut 5 Jon Erizal dan Mambang Mit. Tetapi tokoh-tokoh pergerakan Riau juga ikut angkat bicara.
KPU Riau mestinya menjadikan Pilgub ini sebagai husnul khotimah. Jangan sampai melepas masa jabatan di KPU dengan penuh persoalan, apalagi Pilgub ini hajat terakhir periodesasi KPU saat ini.
"Jika KPU bekerja secara profesional, tentu tidak akan ada kesalahan fatal dgn hilangnya Calon No Urut 5 Jon Erizal-Mambang Mit di kertas suara " terang Eko Sunadi, Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riau.
Hal senada juga disampakan Bobby Irtanto, Presiden BEM FP UNRI, yang juga aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Persoalan hilangnya calon No Urut 5 Jon Erizal-Mambang Mit bukan persolan main-main, tendensinya sangat jelas. Ada upaya pendzoliman terhadap pasangan Jon Erizal dan Mambang Mit, jika KPU tinggal diam, itu artinya KPU terlibat.
"KPU harus netral, jangan sampai Mahasiswa dan Rakyat marah dan mengambil alih proses demokrasi di Riau ini," jelas Bobby.[dit]
Kejadian itu berlangsung di Kabupaten Bengkalis, pada saat KPUD Bengkalis melakukan pengecekan kertas suara sebelum d distribusikan ke kecamatan-kecamatan.
"Kami juga kaget atas kejadian ini, ini persoalan serius, dan secepatnya kami akan berkonsultasi dengan KPU Provinsi dan mengambil langkah cepat agar tahapan Pilgub tidak terganggu," terang Iskandar, Ketua KPU Bengkalis, Rabu (14/8/2013).
Dia meminta semua pihak bersikap tenang dan bijaksana dalam persoalan ini. Jangan sampai menimbulkan kegaduhan yang akan mengganggu tahapan dan juga pelaksanaan Pilgub tanggal 4 September 2013 mendatang.
Tetapi, peristiwa ini mendapat reaksi keras, tidak saja dari tim pasangan No urut 5 Jon Erizal dan Mambang Mit. Tetapi tokoh-tokoh pergerakan Riau juga ikut angkat bicara.
KPU Riau mestinya menjadikan Pilgub ini sebagai husnul khotimah. Jangan sampai melepas masa jabatan di KPU dengan penuh persoalan, apalagi Pilgub ini hajat terakhir periodesasi KPU saat ini.
"Jika KPU bekerja secara profesional, tentu tidak akan ada kesalahan fatal dgn hilangnya Calon No Urut 5 Jon Erizal-Mambang Mit di kertas suara " terang Eko Sunadi, Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riau.
Hal senada juga disampakan Bobby Irtanto, Presiden BEM FP UNRI, yang juga aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Persoalan hilangnya calon No Urut 5 Jon Erizal-Mambang Mit bukan persolan main-main, tendensinya sangat jelas. Ada upaya pendzoliman terhadap pasangan Jon Erizal dan Mambang Mit, jika KPU tinggal diam, itu artinya KPU terlibat.
"KPU harus netral, jangan sampai Mahasiswa dan Rakyat marah dan mengambil alih proses demokrasi di Riau ini," jelas Bobby.[dit]
