INILAH.COM, Jakarta - Sejumlah yayasan besar dan organisasi
pendukung Jokowi mulai getol menggalang dukungan terhadap Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden (capres) 2014. Sebut saja
Yayasan Panglima Besar Sudirman (YPBS), LSM Bangun Gotong Royong Jakarta
(Bang Rojak), dan Tim Relawan Jokowi.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak keberatan menggalangan dukungan itu. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP Hasto Kristianto, setiap warga negara memiliki hak politik untuk dipilih maupun memilih.
"Konstitusi memberikan kebebasan kepada setiap orang memiliki hak politik," kata Hasto kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (2/8/2013).
Namun demikian, Hasto mengingatkan bahwa penetapan capres dan cawapres bukan berdasarkan perolehan tanda tangan, melainkan perolehan suara pemilihan legislatif (Pileg) 2014. "Ketentuan capres melalui rakyat pemilu bukan melalui tanda tangan," tegas Hasto.
Untuk itu, PDIP memiliki mekanisme dalam menentukan capres dan cawapres untuk Pilpres 2014 nanti. Hingga saat ini, jelas dia, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu masih konsentrasi untuk menghadapi pileg.
"Kalau kita lihat mekanisme pencapresan dan cawapres itu sesuai dengan aturan PDIP. Paling tidak memiliki perolehan suara 25% di pileg. Mekanisme kita sudah jelas saat kongres dan rakernas," jelas Hasto.
Diberitakan sebelumnya, saat ini pencanangan penggalangan 60 juta tanda tangan plus fotokopi KTP dilakukan YPBS, Bang Rojak dan Relawan Jokowi, untuk memuluskan langkah Jokowi melaju ke Pilpres 2014.
Pendiri Bang Rojak, Iwan Piliang menjelaskan pencanangan dilakukan tepat pada 1 Agustus 2013 dengan target mendapatkan 10 juta tanda tangan dan foto kopi KTP setiap bulan, yang dilakukan di 10 kota besar di Indonesia.
"Relawan kami sudah membuka posko-posko di 10 kota besar di Indonesia. Mulai hari ini kami star kumpulkan dukungan," tutur Iwan saat pencanangan dukungan di Taman Ismail Marzuki Jalan Cikini Raya Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2013).
Dia menambahkan, penggalangan dukungan dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia seperti, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Lampung, dan juga Makassar. [yeh]
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak keberatan menggalangan dukungan itu. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP Hasto Kristianto, setiap warga negara memiliki hak politik untuk dipilih maupun memilih.
"Konstitusi memberikan kebebasan kepada setiap orang memiliki hak politik," kata Hasto kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (2/8/2013).
Namun demikian, Hasto mengingatkan bahwa penetapan capres dan cawapres bukan berdasarkan perolehan tanda tangan, melainkan perolehan suara pemilihan legislatif (Pileg) 2014. "Ketentuan capres melalui rakyat pemilu bukan melalui tanda tangan," tegas Hasto.
Untuk itu, PDIP memiliki mekanisme dalam menentukan capres dan cawapres untuk Pilpres 2014 nanti. Hingga saat ini, jelas dia, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu masih konsentrasi untuk menghadapi pileg.
"Kalau kita lihat mekanisme pencapresan dan cawapres itu sesuai dengan aturan PDIP. Paling tidak memiliki perolehan suara 25% di pileg. Mekanisme kita sudah jelas saat kongres dan rakernas," jelas Hasto.
Diberitakan sebelumnya, saat ini pencanangan penggalangan 60 juta tanda tangan plus fotokopi KTP dilakukan YPBS, Bang Rojak dan Relawan Jokowi, untuk memuluskan langkah Jokowi melaju ke Pilpres 2014.
Pendiri Bang Rojak, Iwan Piliang menjelaskan pencanangan dilakukan tepat pada 1 Agustus 2013 dengan target mendapatkan 10 juta tanda tangan dan foto kopi KTP setiap bulan, yang dilakukan di 10 kota besar di Indonesia.
"Relawan kami sudah membuka posko-posko di 10 kota besar di Indonesia. Mulai hari ini kami star kumpulkan dukungan," tutur Iwan saat pencanangan dukungan di Taman Ismail Marzuki Jalan Cikini Raya Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2013).
Dia menambahkan, penggalangan dukungan dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia seperti, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Lampung, dan juga Makassar. [yeh]
