Headlines News :
Home » » Demokrat: Soekarwo Tak Bisa Dibendung, Kukunya di Mana-mana

Demokrat: Soekarwo Tak Bisa Dibendung, Kukunya di Mana-mana

Written By Unknown on Jumat, 02 Agustus 2013 | 14.28

VIVAnews – Partai Demokrat yang mengusung pasangan calon incumbent Soekarwo dan Saifullah Yusuf dalam Pilkada Jawa Timur 2013, tidak khawatir dengan keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang meloloskan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawireja sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jatim.

Meskipun Khofifah disebut-sebut kompetitor terkuat bagi Soekarwo, Demokrat tak cemas dan yakin Soekarwo-Gus Ipul bisa memenangi Pilkada Jatim. “Sekarang kan Pak Karwo sudah menancapkan kukunya di mana-mana. Incumbent ini tidak bisa dibendung,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, Kamis 1 Agustus 2013.

“Kalau Soekarwo-Gus Ipul pecah, baru Khofifah bisa masuk (punya peluang). Tapi mereka berdua kompak dan kuat,” ujar Sutan.
Ia mengakui Khofifah hampir menang pada Pilkada Jatim sebelumnya dengan selisih suara tipis. “Tapi saat ini kondisinya berbeda karena Soekarwo sudah memiliki tambahan dukungan, dan masyarakat Jatim sudah lebih mengenalnya,” kata Sutan.

Menurutnya, Demokrat tak khawatir Pilkada Jatim 2013 akan kembali menjadi pertarungan ulang Khofifah dan Soekarwo. “Tak masalah juga kalau ada Karwo-Khofifah seri kedua. Bagi kami, siapa yang menang adalah kehendak rakyat,” ujar Sutan.

Duel Khofifah-Soekarwo

Lima tahun lalu, Pilkada Jatim 2008 menjadi ajang pertarungan berkepanjangan antara Khofifah dan Soekarwo. Saat itu, rivalitas Khofifah-Moedjiono dan Soekarwo-Saifullah membawa Pilkada Jatim berlangsung sangat melelahkan hingga tiga putaran.

Pada putaran pertama, perolehan suara kedua pasangan itu tak ada yang mampu mencapai syarat sebagai pemenang, sehingga KPU Jatim mengulangi Pilkada. Pada Pilkada putaran kedua, Soekarwo memang tipis atas Khofifah. Namun kubu Khofifah yang menduga ada kecurangan di balik kemenangan Soekarwo kemudian mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

MK mengabulkan gugatan kubu Khofifah sehingga Pilkada diulang ke putaran ketiga. Di putaran ketiga ini pasangan Soekarwo-Saifullah ternyata tetap unggul atas Khofifah. Lagi-lagi Khofifah tak menerima hasil Pilkada dan kembali memperkarakannya.

Menurut Khofifah, menjelang pemungutan suara, ada Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dipindah dari lokasi yang ditentukan semula. Daftar Pemilih Tetap (DPT) pun diacak sehingga menyulitkan. Pun, ujar Khofifah, ada pemilih di bawah umur yang diikutsertakan dalam pemilihan.
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI