INILAH.COM, Jakarta - Sistem konvensi calon presiden (capres)
Partai Demokrat dianggap sebagai cara untuk menggembosi partai politik
(parpol) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
Demikian disampaikan Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Menurutnya, dengan setiap kandidat peserta konvensi diwajibkan untuk menjadi kader Demokrat justru akan merugikan parpol lain. Dimana, tokoh parpol tersebut harus hengkang jika ingin mengikuti atau menjadi pemenang konvensi.
"(Konvensi) Itu sama saja menggembosi partai lain, menang pun belum tentu tapi partai lain sudah gembos," kata Yusril, Jakarta, Kamis (25/7/2013) malam.
Untuk itu, Yusril masih menunggu keputusan dari komite konvensi capres partai pimpinan Susilo Bambamg Yudhoyono (SBY) itu. Yusril memastikan akan mengikuti konvensi Demokrat jika tidak diharuskan meninggalkan PBB.
"Kita belum tahu apa langkah yang mereka (Demokrat) ambil. Saya akan ikut jika tidak keluar dari PBB dan tidak masuk Partai Demokrat. Kalau ikut konvensi kenapa harus keluar dari partai demokrat," kata mantan Menteri Hukum dan HAM itu. [mes]
Demikian disampaikan Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Menurutnya, dengan setiap kandidat peserta konvensi diwajibkan untuk menjadi kader Demokrat justru akan merugikan parpol lain. Dimana, tokoh parpol tersebut harus hengkang jika ingin mengikuti atau menjadi pemenang konvensi.
"(Konvensi) Itu sama saja menggembosi partai lain, menang pun belum tentu tapi partai lain sudah gembos," kata Yusril, Jakarta, Kamis (25/7/2013) malam.
Untuk itu, Yusril masih menunggu keputusan dari komite konvensi capres partai pimpinan Susilo Bambamg Yudhoyono (SBY) itu. Yusril memastikan akan mengikuti konvensi Demokrat jika tidak diharuskan meninggalkan PBB.
"Kita belum tahu apa langkah yang mereka (Demokrat) ambil. Saya akan ikut jika tidak keluar dari PBB dan tidak masuk Partai Demokrat. Kalau ikut konvensi kenapa harus keluar dari partai demokrat," kata mantan Menteri Hukum dan HAM itu. [mes]
