INILAH.COM, Jakarta - Sekretaris Bappilu Partai Hanura, Ahmad
Rofiq mengakui penetapan Hary Tanoesoedibjo sebagai calon wakil presiden
(cawapres) partai ini bertentangan dengan pakem politik internal. Sebab
biasanya penetapan cawapres dilakukan setelah Pemilu 2014.
"Wiranto dan Hary Tanoe ini melawan kelaziman politik. Karena biasanya penetapan itu ditentukan setelah pemilu. Ya tapi mau bagaimana lagi kami harus out of the box," ujar Sekretaris Bappilu Partai Hanura Ahmad Rofiq di Galeri Kafe, Jakarta, Jumat (26/7/2013).
Rofiq mengakui penetapan Hary Tanoe sebagai cawapres awalnya mendapat pertentangan dari internal Partai Hanura. Namun pertentangan itu sudah diselesaikan oleh Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.
"Diawal-awal di kalangan internal memang dipertanyakan, tapi setelah dijelaskan soal alasan kenapa Pak Hary Tanoe dipilih akhirnya bisa diterima," ujarnya. [yeh]
"Wiranto dan Hary Tanoe ini melawan kelaziman politik. Karena biasanya penetapan itu ditentukan setelah pemilu. Ya tapi mau bagaimana lagi kami harus out of the box," ujar Sekretaris Bappilu Partai Hanura Ahmad Rofiq di Galeri Kafe, Jakarta, Jumat (26/7/2013).
Rofiq mengakui penetapan Hary Tanoe sebagai cawapres awalnya mendapat pertentangan dari internal Partai Hanura. Namun pertentangan itu sudah diselesaikan oleh Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.
"Diawal-awal di kalangan internal memang dipertanyakan, tapi setelah dijelaskan soal alasan kenapa Pak Hary Tanoe dipilih akhirnya bisa diterima," ujarnya. [yeh]
