INILAH.COM, Jakarta - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat,
Pramono Edhie Wibowo yang juga sebagai adik ipar Ketua Umum Partai
Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disebut sebagai salah satu
kandidat konvensi calon presiden (capres) partai itu.
Pencalonan mantan KSAD TNI AD itu pun menuai kritikan dari berbagai pihak. Pengamat politik dari Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf mengatakan, pencalonan Pramono Edhie akan menjadi dilema bagi SBY.
Sebab, kata Asep, disatu sisi Pramono Edhie adalah keluarga dekat Cikeas, sementara disisi lain, SBY ingin capres yang bisa 'mengamankan' Demokrat dan keluarga Cikeas kelak. Selain itu, Demokrat juga ingin memperlihatkan sebagai partai yang demokrasi.
"Memang serba salah kalau Pramono Edhie ikut konvensi Partai Demokrat. Dilema jika Pramono kalah, sementara SBY berharap pemenang bisa mengamankan Demokrat," kata Asep, kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (26/7/2013) malam.
Untuk itu, kata Asep, partai berlambang segitiga mercy itu akan benar-benar melakukan seleksi terhadap kandidat konvensi nanti. Sebab, menurutnya, konvensi tersebut sebagai penentu nasib Partai Demokrat di 2014 nanti.
"Kalau ada orang yang mau berjuang untuk konvenai, maka dia juga harus berjuang dengan Demokrat," tegas Asep.
"Andaikan orang dalam yang menang, itu bisa dianggap sebagai sandiwara, kalaupun kalah apakah yang menang itu demi Demoktrat, bisa mengamankan Demokrat," tambah Asep. [mes]
Pencalonan mantan KSAD TNI AD itu pun menuai kritikan dari berbagai pihak. Pengamat politik dari Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf mengatakan, pencalonan Pramono Edhie akan menjadi dilema bagi SBY.
Sebab, kata Asep, disatu sisi Pramono Edhie adalah keluarga dekat Cikeas, sementara disisi lain, SBY ingin capres yang bisa 'mengamankan' Demokrat dan keluarga Cikeas kelak. Selain itu, Demokrat juga ingin memperlihatkan sebagai partai yang demokrasi.
"Memang serba salah kalau Pramono Edhie ikut konvensi Partai Demokrat. Dilema jika Pramono kalah, sementara SBY berharap pemenang bisa mengamankan Demokrat," kata Asep, kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (26/7/2013) malam.
Untuk itu, kata Asep, partai berlambang segitiga mercy itu akan benar-benar melakukan seleksi terhadap kandidat konvensi nanti. Sebab, menurutnya, konvensi tersebut sebagai penentu nasib Partai Demokrat di 2014 nanti.
"Kalau ada orang yang mau berjuang untuk konvenai, maka dia juga harus berjuang dengan Demokrat," tegas Asep.
"Andaikan orang dalam yang menang, itu bisa dianggap sebagai sandiwara, kalaupun kalah apakah yang menang itu demi Demoktrat, bisa mengamankan Demokrat," tambah Asep. [mes]
