INILAH.COM, Jakarta - Meski fenomena gubernur DKI Joko Widodo
alias Jokowi masih tinggi di masyarakat, penentuan calon presiden
(Capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tetap berada di
tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Peneliti Institute Maarif, Endang Tirtana mengatakan, meski berdasarkan hasil beberapa lembaga survei menempatkan Jokowi di atas, namun nasib Jokowi untuk maju di arena Pilpres nanti tetap tergantung keputusan Megawati.
"Jika memang Ibu Megawati merestui pak Jokowi sebagai kandidat capres, maka dalam pandangan saya, fenomena Jokowi ini tidak akan terbendung oleh capres lain," kata Endang, melalui rilisnya, Jakarta, Jumat (26/7/2013).
Jika Megawati merestui Jokowi, menurutnya, peluang mantan Walikota Solo itu cukup kuat. Sementara untuk cawapresnya, nama Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin (DS) dianggap layak untuk diperhitungkan.
"Di negeri mayoritas muslim diperlukan cendekiawan muslim yang terpercaya sudah kiprahnya, karena itu selayaknya tidak diabaikan dalam kepemimpinan nasional," jelas Endang.
Selain jangkauannya di level nasional, menurutnya, kiprah DS di dunia internasional juga tidak bisa diabaikan. Dengan trend kebangkitan ekonomi di Asia timur, terutama China dan Korea, hal ini perlu diantisipasi oleh Indonesia dengan kepemimpinan kuat dan mumpuni.
"DS cukup paham ekonomi dan geopolitik Asia timur, sebagai President ACRP (Asian Conference of Religions for Peace), punya persahabatan dengan tokoh-tokoh Asia baik agama dan politik," jelasnya.
Kata Endang, Figur moderat seperti DS bisa membantu menggalang dukungan grass root umat Islam serta cendekiawan Muslim untuk kesuksesan pembangunan nasional. Juga figur yang dapat mengedepankan Trisakti Bung Karno, yaitu, berdaulat dalam politik, kemandirian dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya dan sosial.
"Konsistensi DS dalam memperjuangkan nilai-nilai Trisakti Bung Karno bisa kita lihat dalam kegigihannya memberikan kritik-kritik yang konstruktif untuk perbaikan Indonesia yang lebih baik," demikian Endang. [mes]
Peneliti Institute Maarif, Endang Tirtana mengatakan, meski berdasarkan hasil beberapa lembaga survei menempatkan Jokowi di atas, namun nasib Jokowi untuk maju di arena Pilpres nanti tetap tergantung keputusan Megawati.
"Jika memang Ibu Megawati merestui pak Jokowi sebagai kandidat capres, maka dalam pandangan saya, fenomena Jokowi ini tidak akan terbendung oleh capres lain," kata Endang, melalui rilisnya, Jakarta, Jumat (26/7/2013).
Jika Megawati merestui Jokowi, menurutnya, peluang mantan Walikota Solo itu cukup kuat. Sementara untuk cawapresnya, nama Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin (DS) dianggap layak untuk diperhitungkan.
"Di negeri mayoritas muslim diperlukan cendekiawan muslim yang terpercaya sudah kiprahnya, karena itu selayaknya tidak diabaikan dalam kepemimpinan nasional," jelas Endang.
Selain jangkauannya di level nasional, menurutnya, kiprah DS di dunia internasional juga tidak bisa diabaikan. Dengan trend kebangkitan ekonomi di Asia timur, terutama China dan Korea, hal ini perlu diantisipasi oleh Indonesia dengan kepemimpinan kuat dan mumpuni.
"DS cukup paham ekonomi dan geopolitik Asia timur, sebagai President ACRP (Asian Conference of Religions for Peace), punya persahabatan dengan tokoh-tokoh Asia baik agama dan politik," jelasnya.
Kata Endang, Figur moderat seperti DS bisa membantu menggalang dukungan grass root umat Islam serta cendekiawan Muslim untuk kesuksesan pembangunan nasional. Juga figur yang dapat mengedepankan Trisakti Bung Karno, yaitu, berdaulat dalam politik, kemandirian dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya dan sosial.
"Konsistensi DS dalam memperjuangkan nilai-nilai Trisakti Bung Karno bisa kita lihat dalam kegigihannya memberikan kritik-kritik yang konstruktif untuk perbaikan Indonesia yang lebih baik," demikian Endang. [mes]
