INILAH.COM, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengaku sulit untuk menyaingi mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Pengakuan itu dikatakan oleh Boediono saat menyampaikan testimoni mengenang 40 hari wafatnya Taufiq Kiemas (TK) di Gedung Nusantara IV, Kompleks MPR/DPR/DPD, Jumat (19/7/2013).
"Memang agak sulit menyaingi pak Jusuf Kalla ini," kata Boediono mengawali testimoninya.
Pidato JK, diakui Boediono, bisa 'menyihir' hadirin. "Beliau mampu menjangkau siapapun. Jangkauan saya bukan politikus tapi teknokrat," kata Boediono.
Sebelum Boediono menyampaikan testimoni, JK duluan berbicara mengenai TK dan bangsa. JK mengaku akrab dengan TK.
"Kalau saya dipanggil abang, ya walau berbeda sedikit hanya beberapa bulan. Tapi saya panggil beliau pak, kan nggak enak kalau saya panggil Taufik," kata JK disambut tawa.
Bekas Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyindir soal partai Islam dan non-Islam. Bagi dia, tidak ada lagi sekat antara Islam dan non-Islam. "Bagaimana dibilang Golkar partai nasional sekuler kalau Ketua Umumnya bekas Ketua HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)" kata JK.
"Kadang-kadang peringatan Isra Miraj kita lebih dulu daripada PPP," lanjut JK blak-blakan.
[rok]
Pengakuan itu dikatakan oleh Boediono saat menyampaikan testimoni mengenang 40 hari wafatnya Taufiq Kiemas (TK) di Gedung Nusantara IV, Kompleks MPR/DPR/DPD, Jumat (19/7/2013).
"Memang agak sulit menyaingi pak Jusuf Kalla ini," kata Boediono mengawali testimoninya.
Pidato JK, diakui Boediono, bisa 'menyihir' hadirin. "Beliau mampu menjangkau siapapun. Jangkauan saya bukan politikus tapi teknokrat," kata Boediono.
Sebelum Boediono menyampaikan testimoni, JK duluan berbicara mengenai TK dan bangsa. JK mengaku akrab dengan TK.
"Kalau saya dipanggil abang, ya walau berbeda sedikit hanya beberapa bulan. Tapi saya panggil beliau pak, kan nggak enak kalau saya panggil Taufik," kata JK disambut tawa.
Bekas Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyindir soal partai Islam dan non-Islam. Bagi dia, tidak ada lagi sekat antara Islam dan non-Islam. "Bagaimana dibilang Golkar partai nasional sekuler kalau Ketua Umumnya bekas Ketua HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)" kata JK.
"Kadang-kadang peringatan Isra Miraj kita lebih dulu daripada PPP," lanjut JK blak-blakan.
[rok]
