INILAH.COM, Jakarta - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera
(PKS) yang juga anggota Dewan Syuro, Tifatul Sembiring, menyerukan
rekonsiliasi atau perdamaian antarelite partai politik.
"Selama ini kita harus memperbaikilah komunikasi sesama elite. Tidak bisa kita jalan sendiri-sendiri," jelas Tifatul di sela-sela rapat paripurna kabinet di kantor presiden, Jakarta, Kamis (18/7/2013).
Persoalan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi sempat membuat panas politik. PKS menjadi salah satu partai yang tidak akur dengan partai lain di Sekretariat Gabungan atau Setgab.
Tifatul menegaskan, konflik elite yang terjadi di tahun politik harus diakhiri. Membangun Indonesia tidak akan bisa jika hanya mengandalkan sedikit orang.
"Kita kolaborasi dan kebersamaan, dan saya pikir harus ada komunikasi-komunikasi politik. Dan tentunya bukan komunikasi yang bersifat pragmatis saja. Tapi lebih pada penyamaan-penyamaan persepsi ke depan," ujarnya yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika. [rok]
"Selama ini kita harus memperbaikilah komunikasi sesama elite. Tidak bisa kita jalan sendiri-sendiri," jelas Tifatul di sela-sela rapat paripurna kabinet di kantor presiden, Jakarta, Kamis (18/7/2013).
Persoalan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) subsidi sempat membuat panas politik. PKS menjadi salah satu partai yang tidak akur dengan partai lain di Sekretariat Gabungan atau Setgab.
Tifatul menegaskan, konflik elite yang terjadi di tahun politik harus diakhiri. Membangun Indonesia tidak akan bisa jika hanya mengandalkan sedikit orang.
"Kita kolaborasi dan kebersamaan, dan saya pikir harus ada komunikasi-komunikasi politik. Dan tentunya bukan komunikasi yang bersifat pragmatis saja. Tapi lebih pada penyamaan-penyamaan persepsi ke depan," ujarnya yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika. [rok]
