Headlines News :
Home » » Mimpi Gita Wirjawan Terganjal Daging & Cabai

Mimpi Gita Wirjawan Terganjal Daging & Cabai

Written By Unknown on Rabu, 17 Juli 2013 | 13.52

INILAH.COM, Jakarta – Pasca-penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Juni lalu, secara konsisten sejumlah harga bahan pokok melangit. Presiden pun dibuat geram atas kondisi ini. Mendag Gita Wirjawan meradang.

Takdir politik seseorang kerap dipengaruhi oleh momentum. Banyak peristiwa sejarah yang mengkonfirmasi tentang hoki politisi akibat momentum. Namun tidak sedikit pula, karir politik seseorang jeblok dikarenakan momentum yang tidak tepat.

Untuk yang terakhir itu seolah menggambarkan kondisi yang dialami Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Di tengah upaya positioning sebagai kandidat presiden dalam Pemilu 2014 mendatang, debut Gita justru tak menunjukkan kelasnya.

Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Perdagangan yang bertanggungjawab atas stabilitas komoditas bahan pokok di masyarakat, kebijakannya terbukti tak jitu. Beberapa komoditas seperti daging sapi, cabai, bawang harganya melangit. Situasi ini pun membuat marah Presiden SBY pada akhir pekan lalu.

Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menilai kemarahan Presiden SBY terhadap menteri kurang keras. Hal itu terbukti tidak ada jalan keluar yang digulirkan para menteri akibat naiknya sejumlah komoditas di masyarakat. "Bahkan saya melihat pemerintah terlalu sibuk mengganteng-gantengkan dan mematut-matutkan diri di hadapan pemilu 2014," kata Pramono di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (16/7/2013).

Pramono mempersilakan menteri yang berkeinginan maju dalam Pemilu Presiden 2014. Hanya saja, politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan agar menteri berkonsentrasi pada tugas pokoknya. "Jika seorang menteri tak lagi bisa menjalankan tugasnya, ya ganti saja," cetus Pramono tanpa merinci siapa menteri yang dimaksud.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan wajar bila Presiden SBY marah terhadap para menteri terkait melambungnya harga daging. "Wajar Presiden marah. Karena Bulog sudah putuskan pada 13 Mei untuk impor, seharusnya perizinan seminggu selesai, nyatanya 26 Juni baru muncul," kata Hatta awal pekan di kantor Kementerian Perekonomian di Jakarta.

Sebelumnya Menteri Perdagangan Gita Wirjawan meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena kenaikan harga komoditas belum dapat diredam hingga saat ini. "Saya mohon maaf bila penaikan harga ini sudah sangat signifikan. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan pasok. Terutama daging sapi, bawang merah dan cabai rawit," kata Gita di sela-sela kunjungannya di di Masjid Istiqlal, Senin (15/7/2013).
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI