INILAH.COM, Jakarta – Pasca-penaikan harga Bahan Bakar
Minyak (BBM) Juni lalu, secara konsisten sejumlah harga bahan pokok
melangit. Presiden pun dibuat geram atas kondisi ini. Mendag Gita
Wirjawan meradang.
Takdir politik seseorang kerap
dipengaruhi oleh momentum. Banyak peristiwa sejarah yang mengkonfirmasi
tentang hoki politisi akibat momentum. Namun tidak sedikit pula, karir
politik seseorang jeblok dikarenakan momentum yang tidak tepat.
Untuk
yang terakhir itu seolah menggambarkan kondisi yang dialami Menteri
Perdagangan Gita Wirjawan. Di tengah upaya positioning sebagai kandidat
presiden dalam Pemilu 2014 mendatang, debut Gita justru tak menunjukkan
kelasnya.
Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Perdagangan yang
bertanggungjawab atas stabilitas komoditas bahan pokok di masyarakat,
kebijakannya terbukti tak jitu. Beberapa komoditas seperti daging sapi,
cabai, bawang harganya melangit. Situasi ini pun membuat marah Presiden
SBY pada akhir pekan lalu.
Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung
menilai kemarahan Presiden SBY terhadap menteri kurang keras. Hal itu
terbukti tidak ada jalan keluar yang digulirkan para menteri akibat
naiknya sejumlah komoditas di masyarakat. "Bahkan saya melihat
pemerintah terlalu sibuk mengganteng-gantengkan dan mematut-matutkan
diri di hadapan pemilu 2014," kata Pramono di Gedung DPR, Kompleks
Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (16/7/2013).
Pramono
mempersilakan menteri yang berkeinginan maju dalam Pemilu Presiden 2014.
Hanya saja, politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan agar menteri
berkonsentrasi pada tugas pokoknya. "Jika seorang menteri tak lagi bisa
menjalankan tugasnya, ya ganti saja," cetus Pramono tanpa merinci siapa
menteri yang dimaksud.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa
mengatakan wajar bila Presiden SBY marah terhadap para menteri terkait
melambungnya harga daging. "Wajar Presiden marah. Karena Bulog sudah
putuskan pada 13 Mei untuk impor, seharusnya perizinan seminggu selesai,
nyatanya 26 Juni baru muncul," kata Hatta awal pekan di kantor
Kementerian Perekonomian di Jakarta.
Sebelumnya Menteri
Perdagangan Gita Wirjawan meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena
kenaikan harga komoditas belum dapat diredam hingga saat ini. "Saya
mohon maaf bila penaikan harga ini sudah sangat signifikan. Kami akan
terus berupaya untuk meningkatkan pasok. Terutama daging sapi, bawang
merah dan cabai rawit," kata Gita di sela-sela kunjungannya di di Masjid
Istiqlal, Senin (15/7/2013).
