INILAH.COM, London - Presiden Myanmar Thein Sein akan
membebaskan semua tahanan politik selambatnya akhir tahun ini. Menurut
jaringan ABC News, Thein Sein mengeluarkan pengumuman itu dalam
kunjungannya di London pada Senin (15/7/2013), dan melangsungkan
pembicaraan dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron.
Thein
Sein membebaskan ratusan tahanan politik sejak 2011, ketika mantan
jenderal itu mulai menjabat presiden, dan mengizinkan Aung San Suu Kyi
dan partai politiknya masuk ke Parlemen. Keputusan pemerintah Myanmar
terakhir ini diharapkan dapat mengurangi konflik antara pemerintah dan
kelompok-kelompok etnik dalam beberapa minggu ini.Konflik dua pihak ini
telah berlangsung sejak 1948.
"Kemungkinan besar dalam beberapa
minggu lagi, kami akan menerapkan gencatan senjata di seluruh Myanmar
untuk pertama-kalinya dalam lebih dari 60 tahun," katanya.
Ia
mengatakan, ia akan menerapkan pendekatan "zero tolerance" terhadap
orang-orang yang menghasut kebencian etnik di negaranya. Tahun lalu
sekitar 200 orang tewas akibat bentrokan antara umat Budha dan Muslim
Rohingya di negara bagian Rakhine. [tjs]
