INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat yakin bisa mempertahankan
kemenangan di pilgub Jawa Timur. Duet Soekarwo-Syaifullah Yusuf (KarSa)
dalam kondisi kuat.
Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, pasangan incumbent tersebut dalam posisi menang.
"Sepanjang KarSa meneruskan duet, aman. Kecuali retak, maju sendiri-sendiri, barulah pertarungan seru. Ini mereka kan solid," jelas Ramadhan kepada INILAH.COM, Rabu (17/7/2013).
Wakil Ketua Komisi I DPR ini juga membantah kalau batalnya pesaing KarSa yakni Khofifah Indar Parawansa, ada peran Demokrat. Ramadhan mengatakan, tidak ada celah Demokrat untuk menggagalkan Khofifah kembali maju.
"Kita hormati hukum. PD tak tahu menahu soal siapa yang lolos dan tidak. Sudah ada KPUD yang urus. Semua pihak ikuti aturan sajalah," jelas dia.
Khofifah dianulir oleh KPUD setelah kalah voting di KPUD. Beberapa partai gurem yang mendukung Khofifah, terpecah dan mendukung KarSa. Partai gurem yang tergabung dalam Asosiasi Parpol Non Parlemen (APNP) sebelumnya menyatakan mendukung Khofifah. Namun, dokumen lain menyebut kalau APNP mendukung KarSa.
Ramadhan yakin, posisi KarSa yang selama 5 tahun ini sukses membangun Jawa Timur, akan dipilih lagi.
"Soal kompetisi, biasa itu, kalah atau menang. Namun, diakui, posisi Pak de-Gus Ipul (Soekarwo-Gus Ipul) kuat sekali sekarang. Incumbent tergolong sukses. Kalaupun ada yang nilai kurang, itupun tak sampai anjlokkan elektabilitas Pakde Karwo-Gus Ipul. Ini kuat-kuatnya mereka," jelas Ramadhan. [gus]
Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, pasangan incumbent tersebut dalam posisi menang.
"Sepanjang KarSa meneruskan duet, aman. Kecuali retak, maju sendiri-sendiri, barulah pertarungan seru. Ini mereka kan solid," jelas Ramadhan kepada INILAH.COM, Rabu (17/7/2013).
Wakil Ketua Komisi I DPR ini juga membantah kalau batalnya pesaing KarSa yakni Khofifah Indar Parawansa, ada peran Demokrat. Ramadhan mengatakan, tidak ada celah Demokrat untuk menggagalkan Khofifah kembali maju.
"Kita hormati hukum. PD tak tahu menahu soal siapa yang lolos dan tidak. Sudah ada KPUD yang urus. Semua pihak ikuti aturan sajalah," jelas dia.
Khofifah dianulir oleh KPUD setelah kalah voting di KPUD. Beberapa partai gurem yang mendukung Khofifah, terpecah dan mendukung KarSa. Partai gurem yang tergabung dalam Asosiasi Parpol Non Parlemen (APNP) sebelumnya menyatakan mendukung Khofifah. Namun, dokumen lain menyebut kalau APNP mendukung KarSa.
Ramadhan yakin, posisi KarSa yang selama 5 tahun ini sukses membangun Jawa Timur, akan dipilih lagi.
"Soal kompetisi, biasa itu, kalah atau menang. Namun, diakui, posisi Pak de-Gus Ipul (Soekarwo-Gus Ipul) kuat sekali sekarang. Incumbent tergolong sukses. Kalaupun ada yang nilai kurang, itupun tak sampai anjlokkan elektabilitas Pakde Karwo-Gus Ipul. Ini kuat-kuatnya mereka," jelas Ramadhan. [gus]
