INILAH.COM, Jakarta - Saat membuka Rakernas bantuan hukum di Istana
Negara, Jakarta Jumat (26/7/2013), Presiden SBY mengaku kalau dia bukan
orang hukum tapi cinta keadilan.
"Saya bukan sarjana hukum tapi saya cinta keadilan," ujar SBY.
Pernyataan SBY itu dinilai sebagai bentuk kepanikan terkait persoalan hukum yang menyeret sejumlah anggota Cikeas.
"SBY mengatakan begitu karena dia mau melindungi keluarganya dari berita-berita yang ada supaya kasus yang pernah kena terhadap besannya Aulia Pohan cukup sekali, jangan sampai kasus kriminalisasi terhadap Antasari karena sudah berani memproses Aulia Pohan terulang," jelas mantan pengurus DPP Partai Demokrat, Carrel Ticualu kepada INILAH.COM, Minggu (28/7/2013).
Pria yang dikenal dekat dengan mantan Ketum DPP Demokrat Anas Urbaningrum ini juga mengatakan hal sama yang menjadi keinginan SBY menyingkirkan Anas sudah tercapai dalam bentuk kriminalisasi.
"Jangan sampai jadi merembet ke Ibas dan keluarga Cikeas lainnya termasuk diri SBY pribadi, dimana sekarang ini lagi gencar pemberitaan tentang mbak Pur yang orang dekat Cikeas. Makanya SBY sekarang perlu membuat statement tentang rasa keadilan," jelas Carrel yang juga salah satu kuasa hukum Anas Urbaningrum ini.
Dia mempertanyakan, kenapa sebelum-sebelumnya tidak ada statemen itu. Apalagi, kasus yang menyeret Anas jelas-jelas mencederai rasa keadilan. Apalagi, hanya berasal dari nyanyian Nazaruddin saja.
"Terus dikembangkan oleh media dan didorong oleh SBY sampai akhirnya KPK terpaksa mengkriminalkan AU (Anas Urbaningrum, red), kan terbukti AU dijadikan tersangka tanggal 22 Februari 2013 menjelang DCS (daftar caleg sementara), namun sampai sekarang AU belum pernah diperiksa terkait tuduhan KPK," jelas caleg dari Hanura ini.
Bahkan, lanjutnya, KPK masih mencari-cari bukti tentang keterlibatan AU dengan proyek Hambalang yang diduga terkait dengan kongres PD di Bandung. Dia mengatakan, ini yang membuat bingung KPK.
"KPK kebingungan sendiri karena di kongres Bandung terlibat juga caketum lainnya, yaitu MA (Marzuki Alie) dan AM (Andi Mallarangeng) yang Menpora yang punya proyek Hambalang dimana SBY dan keluarganya adalah Timses utamanya," jelasnya.
"Kalau KPK mau mengusut aliran dana Hambalang ke Kongres, ya harus diperiksa juga AM dan timsesnya tuh. Nah ini yang sekarang membuat KPK bingung 7 keliling," lanjut Carrel. [gus]
"Saya bukan sarjana hukum tapi saya cinta keadilan," ujar SBY.
Pernyataan SBY itu dinilai sebagai bentuk kepanikan terkait persoalan hukum yang menyeret sejumlah anggota Cikeas.
"SBY mengatakan begitu karena dia mau melindungi keluarganya dari berita-berita yang ada supaya kasus yang pernah kena terhadap besannya Aulia Pohan cukup sekali, jangan sampai kasus kriminalisasi terhadap Antasari karena sudah berani memproses Aulia Pohan terulang," jelas mantan pengurus DPP Partai Demokrat, Carrel Ticualu kepada INILAH.COM, Minggu (28/7/2013).
Pria yang dikenal dekat dengan mantan Ketum DPP Demokrat Anas Urbaningrum ini juga mengatakan hal sama yang menjadi keinginan SBY menyingkirkan Anas sudah tercapai dalam bentuk kriminalisasi.
"Jangan sampai jadi merembet ke Ibas dan keluarga Cikeas lainnya termasuk diri SBY pribadi, dimana sekarang ini lagi gencar pemberitaan tentang mbak Pur yang orang dekat Cikeas. Makanya SBY sekarang perlu membuat statement tentang rasa keadilan," jelas Carrel yang juga salah satu kuasa hukum Anas Urbaningrum ini.
Dia mempertanyakan, kenapa sebelum-sebelumnya tidak ada statemen itu. Apalagi, kasus yang menyeret Anas jelas-jelas mencederai rasa keadilan. Apalagi, hanya berasal dari nyanyian Nazaruddin saja.
"Terus dikembangkan oleh media dan didorong oleh SBY sampai akhirnya KPK terpaksa mengkriminalkan AU (Anas Urbaningrum, red), kan terbukti AU dijadikan tersangka tanggal 22 Februari 2013 menjelang DCS (daftar caleg sementara), namun sampai sekarang AU belum pernah diperiksa terkait tuduhan KPK," jelas caleg dari Hanura ini.
Bahkan, lanjutnya, KPK masih mencari-cari bukti tentang keterlibatan AU dengan proyek Hambalang yang diduga terkait dengan kongres PD di Bandung. Dia mengatakan, ini yang membuat bingung KPK.
"KPK kebingungan sendiri karena di kongres Bandung terlibat juga caketum lainnya, yaitu MA (Marzuki Alie) dan AM (Andi Mallarangeng) yang Menpora yang punya proyek Hambalang dimana SBY dan keluarganya adalah Timses utamanya," jelasnya.
"Kalau KPK mau mengusut aliran dana Hambalang ke Kongres, ya harus diperiksa juga AM dan timsesnya tuh. Nah ini yang sekarang membuat KPK bingung 7 keliling," lanjut Carrel. [gus]
