INILAH.COM, Lumajang - Kedatangan Presiden RI Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) ke Lumajang, pada tanggal 30-31 Juli 2013, akan
disambut oleh aktivis PMII dan HMI.
Mahasiswa menduga kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu tidak hanya ingin mencicipi dan melihat kebun Pisang Mas Kirana di Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro. Diduga ada misi tertentu.
Ketua PC PMII Lumajang, Jamaludin mengatakan, ada misi tertentu yang dibawa SBY ke Lumajang yang berhubungan dengan parpolnya dan pencitraan. SBY datang ke Lumajang kalau hanya menikmati pisang tidak bisa diterima secara logika.
Mahasiswa menduga kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu tidak hanya ingin mencicipi dan melihat kebun Pisang Mas Kirana di Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro. Diduga ada misi tertentu.
Ketua PC PMII Lumajang, Jamaludin mengatakan, ada misi tertentu yang dibawa SBY ke Lumajang yang berhubungan dengan parpolnya dan pencitraan. SBY datang ke Lumajang kalau hanya menikmati pisang tidak bisa diterima secara logika.
"Ini jelas ada misi, kita akan ajukan surat turun jalan ke polisi," ungkapnya pada beritajatim.com, Sabtu (27/7/2013).
Sementara, Ketua Komisariat HMI Lumajang, Ferdi Irwansyah juga akan mengkaji soal kedatangan SBY ke Lumajang. Pihaknya akan mengumpulkan sejumlah rekan aktivisnya mengkaji kedatangan orang nomor satu.
"Soal kita turun jalan, kita bahas malam ini," terangnya.
Sekadar diketahui, markas PC PMII Lumajang diawasi oleh kepolisian dalam waktu 2 hari terakhir. Mahasiswa pergerakan di Lumajang akan melakukan konsolidasi.
"Saya akan komunikasi dengan rekan PMII," ujar Danar, aktivis HMI lainya. [beritajatim]
Sementara, Ketua Komisariat HMI Lumajang, Ferdi Irwansyah juga akan mengkaji soal kedatangan SBY ke Lumajang. Pihaknya akan mengumpulkan sejumlah rekan aktivisnya mengkaji kedatangan orang nomor satu.
"Soal kita turun jalan, kita bahas malam ini," terangnya.
Sekadar diketahui, markas PC PMII Lumajang diawasi oleh kepolisian dalam waktu 2 hari terakhir. Mahasiswa pergerakan di Lumajang akan melakukan konsolidasi.
"Saya akan komunikasi dengan rekan PMII," ujar Danar, aktivis HMI lainya. [beritajatim]
