INILAH.COM, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) harus mengambil sikap dan peran sebagai salah satu pemimpin negara
demokrasi dan muslim terbesar atas pembantaian di Mesir.
"Saatnya Indonesia mengambil sikap dan peran sebagai negara demokrasi," ujar Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, Minggu (28/7/2013).
Mahfudz mengatakan, tindakan militer Mesir yang menembaki massa dari pendukung Presiden terguling Mohamed Morsi saat melakukan unjuk rasa adalah tindakan brutal.
Oleh karena itu, Presiden SBY sebaiknya berbicara kepada militer Mesir atau bicara kepada negara-negara yang bergabung dalam Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) untuk meminta tentara Mesir menghentikan pembantaian.
"Saatnya Indonesia mengambil sikap dan peran sebagai negara demokrasi," ujar Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, Minggu (28/7/2013).
Mahfudz mengatakan, tindakan militer Mesir yang menembaki massa dari pendukung Presiden terguling Mohamed Morsi saat melakukan unjuk rasa adalah tindakan brutal.
Oleh karena itu, Presiden SBY sebaiknya berbicara kepada militer Mesir atau bicara kepada negara-negara yang bergabung dalam Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) untuk meminta tentara Mesir menghentikan pembantaian.
Lebih dari 100 orang tewas dalam bentrokan antara pendukung Presiden terguling Mohamed Morsi dengan tentara sejak Sabtu (27/7/013) dini hari.
