INILAH.COM, Jakarta - Ketua DPD RI Irman Gusman tak peduli
dengan lawan politiknya pada konvensi calon presiden (Capres) Partai
Demokrat. Baik dari dari internal Partai Demokrat maupun pengusaha
sukses di tanah air yang disebut-sebut turut meramaikan konvensi partai
itu.
Menurutnya, uang bukan menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang dalam memimpin bangsa Indonesia kedepan. Dia meminta agar di negara yang demokrasi ini ridak didramatisir dengan uang.
"Di negara yang kapitalis sendiri tidak disyaratkan semua itu menjadi uang. Bukan kaya ukurannya, tapi bagaimana kemampuannya," kata Irman, disela-sela buka puasa bersama dikediamannya, Jakarta, Senin (29/7/2013).
Dia mengatakan, di negara demokrasi ukurannya menjadi kapitalis alias uang, maka demokrasi itu sedang berada ketitik jurang.
"Kita mencari pemimpin negara, bukan mencari pemimpin perusahaan. Kita mencari kredibilitasnya, elektabilitasnya. Uang itu hanya menjadi faktor sekunder," tegas Irman.
Dalam kesempatan itu Irman menegaskan bahwa dirinya telah siap untuk berhadapan dengan lawan politiknya di konvensi capres partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Tentu dengan pengalaman yang saya punyai, saya juga aktivis sosial, bagi saya itu jauh lebih penting dari modal kapitalis," tegas Irman.[jat]
Menurutnya, uang bukan menjadi tolak ukur kesuksesan seseorang dalam memimpin bangsa Indonesia kedepan. Dia meminta agar di negara yang demokrasi ini ridak didramatisir dengan uang.
"Di negara yang kapitalis sendiri tidak disyaratkan semua itu menjadi uang. Bukan kaya ukurannya, tapi bagaimana kemampuannya," kata Irman, disela-sela buka puasa bersama dikediamannya, Jakarta, Senin (29/7/2013).
Dia mengatakan, di negara demokrasi ukurannya menjadi kapitalis alias uang, maka demokrasi itu sedang berada ketitik jurang.
"Kita mencari pemimpin negara, bukan mencari pemimpin perusahaan. Kita mencari kredibilitasnya, elektabilitasnya. Uang itu hanya menjadi faktor sekunder," tegas Irman.
Dalam kesempatan itu Irman menegaskan bahwa dirinya telah siap untuk berhadapan dengan lawan politiknya di konvensi capres partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Tentu dengan pengalaman yang saya punyai, saya juga aktivis sosial, bagi saya itu jauh lebih penting dari modal kapitalis," tegas Irman.[jat]
