INILAH.COM, Jakarta - Partai Demokrat menyarankan Ketua Majelis
Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra untuk tidak ikut
dalam konvensi penjaringan Capres Partai Demokrat. Pasalnya Yusril
terlalu banyak memberikan persyaratan hanya untuk ikut konvensi
tersebut.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Max Sopacua mengatakan, sebagai penyelenggara Partai Demokrat dipastikan memiliki keberpihakan dalam pelaksanaan konvensi tersebut. Namun semua itu akan ditentukan oleh lembaga survei independen.
"Soal keberpihakan itu pasti ada, seperti apa yang diungkapkan pak Yusril mau ikut tapi dia minta diubah sistemnya. Karena dia tidak mau maju di konvens, tapi gunakan nama Demokrat. Ya tidak bisa, itu konvensi demokrat, bukan konvensi umum," ujar Max di Jakarta, Senin (29/7/2013).
Menurutnya, sebagai kader eksternal Yusril tidak memiliki hakn apapun untuk mendikte mekanisme konvesi Partai Demokrat. Sebab Demokrat hanya mempersilakan kepada seluruh tokoh yang berpotensi untuk maju sebagai Capres melalui konvensi Partai Demokrat.
"Kalau beliau mau rubah sistem itu, berarti mendingan tidak usah ikut daripada ubah sistem," tagasnya.
Lebih lanjut, Max menjelaskan sistem yang dibuat Demokrat sudah melewati pembahasan yang panjang dan digodong oleh beberapa petinggi Demokrat.
Max juga menilai jika memang Yusril tidak sepakat dengan mekanisme dan sistem konvensi Partai Demokrat maka Yusril boleh tidak ikut konvensi.
"Dia (Yusril) ditawari juga untuk ikut konvensi, tapi dia minta sistem diubah. Kan konvensi demokrat, dia tiidak mau. Kalau gitu anda jadi capres dari partai anda. Kenapa harus persoalkan?," tandanya.
Yusril sendiri diakui oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah diundang untuk ikut dalam konvesi Capres Demokrat. Namun Yusril masih keberatan dengan syarat peserta konvensi yang harus non aktif dari pengurusan parpolnya.[jat]
Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Max Sopacua mengatakan, sebagai penyelenggara Partai Demokrat dipastikan memiliki keberpihakan dalam pelaksanaan konvensi tersebut. Namun semua itu akan ditentukan oleh lembaga survei independen.
"Soal keberpihakan itu pasti ada, seperti apa yang diungkapkan pak Yusril mau ikut tapi dia minta diubah sistemnya. Karena dia tidak mau maju di konvens, tapi gunakan nama Demokrat. Ya tidak bisa, itu konvensi demokrat, bukan konvensi umum," ujar Max di Jakarta, Senin (29/7/2013).
Menurutnya, sebagai kader eksternal Yusril tidak memiliki hakn apapun untuk mendikte mekanisme konvesi Partai Demokrat. Sebab Demokrat hanya mempersilakan kepada seluruh tokoh yang berpotensi untuk maju sebagai Capres melalui konvensi Partai Demokrat.
"Kalau beliau mau rubah sistem itu, berarti mendingan tidak usah ikut daripada ubah sistem," tagasnya.
Lebih lanjut, Max menjelaskan sistem yang dibuat Demokrat sudah melewati pembahasan yang panjang dan digodong oleh beberapa petinggi Demokrat.
Max juga menilai jika memang Yusril tidak sepakat dengan mekanisme dan sistem konvensi Partai Demokrat maka Yusril boleh tidak ikut konvensi.
"Dia (Yusril) ditawari juga untuk ikut konvensi, tapi dia minta sistem diubah. Kan konvensi demokrat, dia tiidak mau. Kalau gitu anda jadi capres dari partai anda. Kenapa harus persoalkan?," tandanya.
Yusril sendiri diakui oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah diundang untuk ikut dalam konvesi Capres Demokrat. Namun Yusril masih keberatan dengan syarat peserta konvensi yang harus non aktif dari pengurusan parpolnya.[jat]
