Headlines News :
Home » » Ini Solusi JK Untuk Rekonsiliasi Kamboja

Ini Solusi JK Untuk Rekonsiliasi Kamboja

Written By Unknown on Selasa, 30 Juli 2013 | 03.58

INILAH.COM, Bener Meriah - Ketua Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI) HM Jusuf Kalla, menyambut baik pelaksanaan Pemilu di Kamboja yang berlangsung tertib dan aman.

Rakyat Kamboja sangat antusias mendatangi TPS untuk menentukan pilihan mereka terhadap 8 partai yang sedang bertarung perebutkan 123 kursi parlemen.

JK yang juga tokoh kunci perdamaian menyarankan akan lebih baik jika diantara partai penguasa dan oposisi melakukan rekonsiliasi.

"Dengan hasil seperti ini yang terbaik, rekonsiliasi, artinya keduanya (CPP dan CNRP) sama-sama membangun pemerintahan," kata JK yang diundang National Election Committee Cambodia menjadi observer pada pemilu Kamboja, Senin (29/7/2013).

Ketua Dewan Masjid Indonesia itu dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Aceh, menambahkan pemilu sudah berlangsung aman dan damai setelah melihat langsung sejumlah poolling station di ibu kota Kamboja, Phnom Penh.

Tidak sampai sehari setelah pemilu, Panitia Pemilu Kamboja (NEC) telah mengumumkan hasil pemilu yang dimenangi partai penguasa CPP dengan meraih kursi 68 dan partai oposisi pimpinan Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) Sam Rainsy, dengan meraih kursi 55. Pada pemilu sebelumnya CPP menduduki 90 kursi di parlemen.

JK berpendapat, rekonsiliasi, akan menjadikan rakyat Kamboja lebih tenang dan stabil, sebab tidak ada yang kalah, semua merasa menang.

Kalau rekonsiliasi ditempuh maka, menurut JK bisa saja Sam Rainsy pemimpin oposisi menjadi Deputy Perdana Menteri mendampingi Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.

Soal kemungkinan ke arah tersebut, sangat bergantung kepada Hun Sen dan Sam Rainsy. Itu urusan internal negeri mereka.

JK diundang sebagai observer oleh pemerintah Kamboja sebagai Chairman Centrist Asia Pasific Democrats International (CAPDI).

Pemilu Kamboja kali ini diikuti delapan partai politik yang akan memperebutkan 123 kursi di parlemen dan diikuti sekitar 9,6 juta pemilih di 19.000 TPS. Sekitar 40.000 pengamat nasional dan 291 internasional.[jat]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI