Headlines News :
Home » » Efek Jokowi, Peluang Sipil Memimpin Menguat

Efek Jokowi, Peluang Sipil Memimpin Menguat

Written By Unknown on Rabu, 24 Juli 2013 | 12.39

INILAH.COM, Jakarta - Para analis politik melihat, efek berantai Jokowi dalam kehidupan politik di Indonesia semakin tak terbendung. Bahkan kini makin kuat kecenderungan calon sipil untuk memimpin, sementara kandidat dari purnawirawan militer makin pudar pesona dan daya pikatnya. Benarkah?

Namun demikian, penting pula bagi partai politik untuk tidak mengajak atau menyeret anggota TNI ikut berpolitik. Netralitas TNI hanya bisa ditegakkan kalau parpol tidak lagi merayu, mengajaknya untuk berpolitik. “Ini penting untuk dicamkan,” kata Prof Ikrar Nusa Bhakti dari LIPI.

Dalam hal ini, pengamat militer dari Universitas Indonesia, Andi Wijayanto menegaskan, tidak diperlukan jeda bagi purnawirawan TNI yang berakhir masa dinasnya untuk menjadi politisi. Proses konsolidasi politik saat ini makin matang sehingga purnawirawan TNI tidak akan bisa memengaruhi jejaring teritorialnya setelah pensiun.

Berbagai kalangan juga menilai, sejak 2004 hingga 2013, warga negara makin matang dalam berpolitik. Status purnawirawan militer cenderung tidak lagi efektif untuk memengaruhi masa seperti era Orde Baru. Hal ini terlihat dari semakin sedikitnya pimpinan kepala daerah yang berasal dari kalangan militer.

Mantan Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) AM Hendro Priyono menuliskan bahwa pada 2014 nanti prediksinya, presiden adalah sosok muda, sipil. Sekilas kongklusi itu disampaikannya berkait ke tampilnya Jokowi sebagai gubernur di DKI Jakarta.

Para analis menilai, beredarnya nama-nama purnawirawan seperti Wiranto, Prabowo, Endriartono, Djoko Santoso dan Sutiyoso, terbukti masih kalah populer dari Jokowi. Posisi Jokowi tak tergoyahkan karena memang dia dipersepsikan melayani rakyat, pemimpin yang humble dan melayani.

Andi Wijayanto mengungkapkan, dari 2002 hingga 2004, selalu hadir usulan regulasi dari kalangan masyarakat sipil untuk mengatur jeda waktu selama lima tahun bagi purnawirawan TNI sebelum berpolitik. Upaya itu bertujuan untuk menghindarkan pengaruh purnawirawan TNI bagi jejaring teritorialnya. Namun, usulan tersebut justru tidak pernah diusulkan DPR.

Terkait dengan kegagalan sejumlah purnawirawan TNI dalam pilkada, Andi menyimpulkan hal itu terjadi karena tidak dibangunnya karier politik sejak awal di daerah tersebut. Hal itu menunjukkan dinamika politik ke depan, memberikan peluang yang lebih terbuka bagi kandidat dari sipil dibandingkan militer . Artinya, demokrasi kita makin mengalami pematangan. (berbagai sumber)
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI