INILAH.COM, Jakarta - Partai Nasional Demokrat atau NasDem
diminta belajar dari hengkangnya Hary Tanoe ke Hanura sebagai
pembelajaran mempertahankan keutuhan partai.
Ketua Umum Garda Pemuda Pemuda Partai NasDem Martin Manurung, mengingatkan pemuda Nasdem dan kader-kader NasDem pernah diuji untuk bersikap ideologis atau pragmatis.
Hal itu terkait dengan pecahnya NasDem dengan hengkangnya Hary Tanoe dari NasDem.
Namun, kata Martin, patut disyukuri para pemuda Nasdem tetap di jalan restorasi dengan masih mengawal gerakan perubahan.
"Ujian kader tepat pada Januari 2013 diposisikan untuk bersikap ideologis atau pragmatis. Kita tetap pada restorasi. Kita tetap setia pada jalan restorasi," ungkap Martin dalam dua tahun Garda Pemuda dan Garnita Malahayati NasDem, Jakarta, Jumat (23/7/2013).
Martin menambahkan, sebuah organisasi akan kokoh ketika dihadapi ujian. Ia menjelaskan, setelah ujian itu, muncul kader-kader militansi.
"Sebagai kader-kader militan, kita harus menegakkan kepala, mengepalkan tinju dan bersatu mengawal gerakan perubahan," jelasnya.
Martinpun meminta kader-kader militan NasDem untuk menghadapi musuh-musuh raksasa politik di 2014.
"Satu-satunya senjata adalah ideologi, semangat dan militansi kita," pungkasnya.[dit]
Ketua Umum Garda Pemuda Pemuda Partai NasDem Martin Manurung, mengingatkan pemuda Nasdem dan kader-kader NasDem pernah diuji untuk bersikap ideologis atau pragmatis.
Hal itu terkait dengan pecahnya NasDem dengan hengkangnya Hary Tanoe dari NasDem.
Namun, kata Martin, patut disyukuri para pemuda Nasdem tetap di jalan restorasi dengan masih mengawal gerakan perubahan.
"Ujian kader tepat pada Januari 2013 diposisikan untuk bersikap ideologis atau pragmatis. Kita tetap pada restorasi. Kita tetap setia pada jalan restorasi," ungkap Martin dalam dua tahun Garda Pemuda dan Garnita Malahayati NasDem, Jakarta, Jumat (23/7/2013).
Martin menambahkan, sebuah organisasi akan kokoh ketika dihadapi ujian. Ia menjelaskan, setelah ujian itu, muncul kader-kader militansi.
"Sebagai kader-kader militan, kita harus menegakkan kepala, mengepalkan tinju dan bersatu mengawal gerakan perubahan," jelasnya.
Martinpun meminta kader-kader militan NasDem untuk menghadapi musuh-musuh raksasa politik di 2014.
"Satu-satunya senjata adalah ideologi, semangat dan militansi kita," pungkasnya.[dit]
