INILAH.COM, Jakarta - Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto mengaku
prihatin dengan praktek demokrasi yang terjadi di Indonesia. Pasalnya
demokrasi di Indonesia dinilai terlalu ribut atau hingar bingar.
"Keriuhan demokrasi sudah memprihatinkan," ujarnya.
Dirinya juga membandingkan demokrasi di Indonesia dengan yang terjadi selama ini di negara Korea Selatan. Perbedaan itu dilihat dari keriuhan yang terjadi di parlemen
"Demokrasi di Korsel orangnya sudah pinter dan perutnya kenyang, di Indonesia belum kenyang perutnya. Itulah demokrasi kita," tukasnya.
Karena itu dirinya menekankan perlunya kajian soal demokrasi yang selama ini terjadi serta pengkajian distribusi kekuasaan pusat dan daerah.
"Bupati tak hirau gubernur, gubernur tak hirau presiden. Ada bupati yang ditanya gubernur jawab apa urusannya tanya tanya kemana saya mau pergi," tambahnya. [ANT]
"Keriuhan demokrasi sudah memprihatinkan," ujarnya.
Dirinya juga membandingkan demokrasi di Indonesia dengan yang terjadi selama ini di negara Korea Selatan. Perbedaan itu dilihat dari keriuhan yang terjadi di parlemen
"Demokrasi di Korsel orangnya sudah pinter dan perutnya kenyang, di Indonesia belum kenyang perutnya. Itulah demokrasi kita," tukasnya.
Karena itu dirinya menekankan perlunya kajian soal demokrasi yang selama ini terjadi serta pengkajian distribusi kekuasaan pusat dan daerah.
"Bupati tak hirau gubernur, gubernur tak hirau presiden. Ada bupati yang ditanya gubernur jawab apa urusannya tanya tanya kemana saya mau pergi," tambahnya. [ANT]
