INILAH.COM,
Jakarta - Apresiasi para tokoh nasional terhadap duet Khofifah Indar
Parawansa-Herman S Sumawiredja, dinilai terlalu berlebihan. Sebab, saat
ini masalah Pilkada Jatim sedang ditangani Pengadilan Tata Usaha Negara
(PTUN).
Anggota Komisi II asal Demokrat, DR Pieter C
Zulkifli, meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang
berjalan di PTUN. Kisruh Pilgub Jatim yang kini sudah masuk ranah hukum,
haruslah menjadi kepedulian seluruh pihak.
‘’Banyak tokoh yang
tertarik dengan Pilgub Jatim. Mulai Pak Jimly Asshiddiqie, Gus Sholah,
kita hormati. Namun, seyogyanya lebih menahan diri. Karena masalahnya
tengah diproses PTUN,’’ ungkapnya kepada, Senin (29/07/2013).
Selanjutnya,
Pieter berharap agar majelis hakim PTUN yang menangani perkara Pilgub
Jatim, bisa menjalankan amanah sesuai dengan undang-undang. Tidak gentar
apalagi takut dengan banyaknya tekanan.
‘’Sesuai amanat Presiden SBY
bahwa aparat penegak hukum tidak perlu takut dengan tekanan. Bahwa hati
nurani serta kebenaran yang diakui secara yuridis, harus ditegakkan,’’
tuturnya.
Ia kembali mengingatkan agar seluruh pihak tidak mudah
melontarkan pernyataan atau statemen yang membuat masyarakat awam
semakin resah dan bingung. Sebelum adanya keputusan PTUN, lebih baik
menahan diri. ‘’Saya berharap, Hakim PTUN bisa bersikap adil dengan
berpatokan kepada alat bukti. Apapun keputusannya, apakah peserta
pilkada bertambah atau tetap, kita harus hormati.’’ [tjs]
