Sebuah jajak pendapat baru di Australia mendapati, rakyat
pemilih negara tersebut sudah kehilangan minat terhadap kampanye pemilu
federal, empat bulan sebelum hari pemungutan suara.
Melbourne
University melakukan survey terhadap 1,000 orang dan mendapati banyak
orang tidak tertarik atau tidak memiliki ketertarikan cukup atas
politik, dan sebagian besar kecewa oleh nada perdebatan politik yang ada
di Australia.
Juga didapati bahwa mayoritas responden berpendapat, mutu kepimpinan politik jelas lebih buruk dari biasanya.
43
persen dari yang disurvey mengatakan, mereka biasanya "sangat berminat"
pada pemilu, tapi hanya 36 persen menyatakan tertarik atas Pemilu 2013.
Tidak Peduli Politik?
- 57 persen pemilih yang mengikuti survey mengatakan debat politik di Australia "lebih parah" daripada sebelumnya.
- Lebih sedikit warga Australia (36 persen) yang menyatakan memiliki ketertarikan "cukup" atas pemilu 2013 dibandingkan ketertarikan atas isu politik biasanya (43 persen).
- Ketika ditanya mengenai keyakinan mereka atas pemerintah, 60 persen mengatakan "Tidak cukup percaya" atau "sama sekali tidak percaya".
- Responden jajak pendapat bahkan lebih tidak percaya lagi atas media – 60 persen mengatakan "tidak terlalu percaya" dan 13 persen mengatakan "tidak percaya sama sekali".
Dr
Denis Muller, peneliti di Centre for Advanced Journalism pada the
University of Melbourne, mengatakan, para politisi mengalami kesulitan
menyampaikan pesan mereka.
"Bukti yang kami dapat pada umumnya adalah bahwa orang sudah tidak lagi mendengarkan [pesan politik]," katanya.
"Apapun
yang dikatakan atau dilakukan politisi antara sekarang dan bulan
September, menurut saya, banyak orang yang sudah memutuskan pilihannya."
