Pemilu tersebut, dalam mana 86 juta orang berhak memberikan
suaranya, merupakan transisi pertama Pakistan dari satu pemerintah sipil
ke pemerintah berikut dalam 66 tahun sejarahnya.
Meskipun terjadi
kekerasan yang memakan korban jiwa, jutaan orang datang memberikan
suara, dan hasilnya menunjukkan comeback gemilang Sharif, yang mengetuai
partai Pakistan Muslim League-N (PML-N).yang berhaluan tengah-kanan.
Partai dari saingan utamanya, bintang kriket Imran Khan, telah mengaku kalah tapi berikrar akan membentuk pemerintah provinsi berikut di Pakistan barat laut.
"Penghitungan suara masih berjalan, tapi ini telah ditegaskan: kita adalah partai tunggal terbesar sejauh ini," kata Sharif kepada para pendukungnya di Lahore.
Photo: Nawaz Sharif addresses supporters during an election campaign meeting in Rawalpindi. (AFP: Aamir Qureshi, file photo)
Hasil
sementara menunjukkan tidak ada partai tunggal yang akan memenangkan
mayoritas sederhana 172 kursi dalam Majelis Nasional, sehingga membuka
kemungkinan pembicaraan berkepanjangan untuk membentuk suatu pemerintah
koalisi.
Sharif pernah menjabat perdana menteri dari 1990-1993,
ketika ia dipecat karena korupsi, dan dari 1997-1999, ketika ia
digulingkan oleh militer.
Keluarganya mengatakan, ia sudah berubah dan kali ini akan memerintah dengan lebih sukses.
Pemerintah
berikut harus menghadapi militansi Taliban, korupsi yang merajalela,
krisis listrik dan infrastuktur yang bobrok di negara berpenduduk 180
juta jiwa itu.
Salah-satu tugas pertamanya mungkin berunding dengan Dana Moneter Internasional untuk meminta bailout jutaan dolar.
Sharif telah berikrar akan menangani berbagai tantangan besar yang dihadapi Pakistan dan membawa perubahan.