TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR,- Dukungan ganda terhadap
bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar dari jalur
perseorangan berpotensi besar terjadi. Meski verifikasi faktual dan
administrasi masih dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tingkatan
panitia pemelihan setempat (PPS ) di kelurahan, indikasi tersebut sudah
mulai muncul. Dukungan terhadap empat bakal pasangan calon dari jalur
perseorangan ditengarai banyak yang ganda.
Indikasi tersebut telah
ditemukan oleh panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Makassar setelah
berkas dukungan para bakal calon diverifikasi sejak 3 Mei lalu. Ketua Panwaslu
Makassar, Amir Ilyas mengatakan, dukungan ganda dari calon perseorangan
dipastikan akan ditemukan pada berkas dukungan kandidat. Menurut Amir,
temuan itu didapatkan Panwaslu setelah melakukan pengawasan terhadap verifikasi berkas dukungan para kandidat.
Amir
bahkan mengatakan, persentase dukungan ganda itu diperkirakan dalma
jumlah yang besar. Dia menyatakan, berdasarkan temuan Panwaslu, beberapa
daerah yang ada di Kota Makassar ditemukan angka dukungan yang tidak
rasional terhadap seluruh bakal calon. Dia menyebutkan, angka dukungan
yang masuk tidak sesuai dengan jumlah jumlah pemilih potensial yang ada
di wilayag itu.
"Dukungan ganda itu mungkin akan banyak. Banyak
bukti dukungan yang kita temukan itu sangat tidak rasional. Bukti
dukungan itu ada yang tidak logis. Bayangkan, misalnya di Kelurahan
Gaddong, Kecamatan Bontoala, pemilih diperkirakan hanya 3.000 tapi
berkas dukungan jika diakumulasi dari seluruh bakal calon perseorangan
jumlahnya mencapai 7.000 dukungan. Kan tidak masuk akal," kata Amir di
Hotel Aston, Jl Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (10/3/2013).
Selain di Kelurahan Gaddong, hal serupa juga diperkirakan terjadi di kelurahan lainnya. Namun sejauh ini, Anwar mengaku, Panwaslu
baru menemukan indikasi dukungan ganda tersebut di Kelurahan Gaddong.
"Tidak menutup kemungkinan itu banyak juga di kelurahan lainnya. Oleh
karena itu, kami minta KPU untuk bekerjas secara sungguh-sungguh dalam
verifikasi ini. Kalau tidak memenuhi dukungan, jangan diloloskan," tegas
Amir.
