Ketua Fraksi PAN DPR RI Tjatur Sapto Edy
JAKARTA, KOMPAS.com —
Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mengeluarkan sinyal mendukung
rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan
catatan. Catatan itu adalah, kenaikan harga BBM dibarengi pemberian
bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat yang paling terkena
dampaknya.
Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy mengatakan, pemberian
bantuan kepada masyarakat miskin sebagai kompensasi naiknya harga BBM
wajib diberikan oleh pemerintah. Pasalnya, kompensasi merupakan bentuk
perlindungan terhadap warga miskin, hampir miskin, dan rentan miskin
yang paling resah pada dampak dari naiknya harga BBM.
"Prinsipnya
tidak perlu naik, kecuali ada program perlindungan ekonomi bagi warga
miskin yang kena dampak langsung dari kenaikan itu. Tanpa program
perlindungan (bantuan), tidak perlu kenaikan harga (BBM)," kata Tjatur
saat dihubungi pada Jumat (10/5/2013).
Untuk diketahui, Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono pada Rabu (8/5/2013) mengundang Ketua Umum DPP
Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical. Keduanya bertemu empat mata
membicarakan masalah BBM di Kantor Presiden, Jakarta. Ical mengaku
mendukung rencana kenaikan harga BBM dan pemberian kompensasi dalam
bentuk uang tunai untuk sementara. Beberapa partai lain belum
memutuskan sikapnya.
Partai Keadilan Sejahtera baru akan
menentukan sikapnya dalam waktu dekat. Rapat yang membahas BBM juga
sempat digelar bersama Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi pemerintah
pada pekan lalu. Rapat Setgab dipimpin oleh Sekretaris Setgab Amir
Syamsuddin dan dihadiri oleh petinggi parpol koalisi. Ada beberapa
poin hasil dari rapat itu, salah satunya pernyataan Partai Demokrat yang
tak akan memonopoli pemberian BLT oleh pemerintah.
