INILAH.COM, Bandung - Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA)
meminta agar stigma pemisahan antara partai politik (Parpol) nasionalis
dan religius dihilangkan.
Menurutnya, partai yang nasionalis disebut tak religius, sebaliknya yang religius tak nasionalis justru akan memperburuk citra demokrasi di Indonesia yang selama ini berjalan dengan baik. Ia menegaskan, PPP sebagai salah satu partai yang sangat nasionalis.
"Pendikotomian nasionalis religius harus dihilangkan. Islam juga tak perlu label Islam liberal karena Islam sudah liberal. Islam tak peduli agamanya. Ekonomi Islam juga bukan untuk umat Islam saja tapi juga berkembang di negara negara nonmuslim," kata SDA, dalam Diskusi Inilah Demokrasi di Graha Inilah Pasim, Bandung, Minggu (9/2/2014).
Dalam kesempatan itu, SDA meyakini pada pemilu 2014, Poros Tengah plus nasionalis akan bisa kembali terbentuk.
Ia menyatakan untuk 2004 dan 2009 juga bisa dikatakan Poros Tengah plus. Karena pemerintahan koalisi yang ada di kabinet yakni terdiri dari partai partai Islam, plus partai Demokrat dan Golkar.
"Ketua-ketua umum saat ini berada di kabinet sehingga tiap minggu bertemu. Meski menjalankan tugas kabinet, tapi masih bisa membicarakan soal Poros Tengah," kata Menteri Agama itu. [mes]
Menurutnya, partai yang nasionalis disebut tak religius, sebaliknya yang religius tak nasionalis justru akan memperburuk citra demokrasi di Indonesia yang selama ini berjalan dengan baik. Ia menegaskan, PPP sebagai salah satu partai yang sangat nasionalis.
"Pendikotomian nasionalis religius harus dihilangkan. Islam juga tak perlu label Islam liberal karena Islam sudah liberal. Islam tak peduli agamanya. Ekonomi Islam juga bukan untuk umat Islam saja tapi juga berkembang di negara negara nonmuslim," kata SDA, dalam Diskusi Inilah Demokrasi di Graha Inilah Pasim, Bandung, Minggu (9/2/2014).
Dalam kesempatan itu, SDA meyakini pada pemilu 2014, Poros Tengah plus nasionalis akan bisa kembali terbentuk.
Ia menyatakan untuk 2004 dan 2009 juga bisa dikatakan Poros Tengah plus. Karena pemerintahan koalisi yang ada di kabinet yakni terdiri dari partai partai Islam, plus partai Demokrat dan Golkar.
"Ketua-ketua umum saat ini berada di kabinet sehingga tiap minggu bertemu. Meski menjalankan tugas kabinet, tapi masih bisa membicarakan soal Poros Tengah," kata Menteri Agama itu. [mes]
