INILAHCOM,
Balikpapan - Peserta konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat,
Pramono Edhie Wibowo, menegaskan kedaulatan bangsa dan negara hanya
dapat dijaga oleh warga Indonesia dengan nasionalisme.
"Dengan nasionalisme kedaulatan bangsa bisa dijaga oleh warga Indonesia dimanapun dia berada," tegas Edhie di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (22/2/2014).
Debat Bernegara Konvensi Capres Partai Demokrat keenam dilaksanakan di Ballroom Hotel Novotel, Balikpapan. Debat kali ini mengambil tema hukum dan ekonomi.
Edhie akan membangun perbatasan sesuai dengan potensi yang ada dengan mengedepankan putra daerah. "Jangan habiskan sumber kekayaan, ingat anak cucu kita semua. Pemimpin harus turun ke depan melihat dan merasakan perbatasan untuk dapat mengammbil keputusan yang tepat," tegas Edhie.
Mengenai kontrak kerja pengeboran minyak di wilayah Kalimantan yang banyak dikuasai asing, Edhie menyatakan Indonesia harus siap mengambil peran penting melaksanakan pengeboran eksplorasi sumber daya alam tersebut.
"Kalau bisa dijalankan sendiri kenapa harus panggil perushaaan asing, saya dukung putra dan perusahaan daerah dan nasional untuk siap menjalankan fungsi penting ini demi kesejahteraan bangsa seluruh rakyat Indonesia," jelas Edhie.
Soal asupan listrik yang dirasakan kurang, Edhie mengingatkan pemimpin daerah untuk melaksanakan amanah rakyat dengan sebaik-baiknya.
"Otonomi daerah dimaksudkan agar percepatan dan pemerataan pembangunan daerah bisa terlaksana sebaik-baiknya. Jangan sampai daerah seperti Kalimantan Timur ini malah kekurangan asupan listrik," kata Edhie.
Sebagai pernyataan penutup, Edhie menyatakan membangun bangsa tidak hanya bisa dilakukan oleh seorang Presiden saja.
"Dengan nasionalisme kedaulatan bangsa bisa dijaga oleh warga Indonesia dimanapun dia berada," tegas Edhie di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (22/2/2014).
Debat Bernegara Konvensi Capres Partai Demokrat keenam dilaksanakan di Ballroom Hotel Novotel, Balikpapan. Debat kali ini mengambil tema hukum dan ekonomi.
Edhie akan membangun perbatasan sesuai dengan potensi yang ada dengan mengedepankan putra daerah. "Jangan habiskan sumber kekayaan, ingat anak cucu kita semua. Pemimpin harus turun ke depan melihat dan merasakan perbatasan untuk dapat mengammbil keputusan yang tepat," tegas Edhie.
Mengenai kontrak kerja pengeboran minyak di wilayah Kalimantan yang banyak dikuasai asing, Edhie menyatakan Indonesia harus siap mengambil peran penting melaksanakan pengeboran eksplorasi sumber daya alam tersebut.
"Kalau bisa dijalankan sendiri kenapa harus panggil perushaaan asing, saya dukung putra dan perusahaan daerah dan nasional untuk siap menjalankan fungsi penting ini demi kesejahteraan bangsa seluruh rakyat Indonesia," jelas Edhie.
Soal asupan listrik yang dirasakan kurang, Edhie mengingatkan pemimpin daerah untuk melaksanakan amanah rakyat dengan sebaik-baiknya.
"Otonomi daerah dimaksudkan agar percepatan dan pemerataan pembangunan daerah bisa terlaksana sebaik-baiknya. Jangan sampai daerah seperti Kalimantan Timur ini malah kekurangan asupan listrik," kata Edhie.
Sebagai pernyataan penutup, Edhie menyatakan membangun bangsa tidak hanya bisa dilakukan oleh seorang Presiden saja.
"Kita
semua harus turut berkontribusi dalam pembangunan. Gunakan hak pilih
Anda, mari bersama jadikan Indonesia lebih baik," ucapnya. [rok]
