INILAHCOM, Jakarta - Partai Hanura enggan dikaitkan dengan program "Indonesia Cerdas" di Global TV dan "Kuis Kebangsaan" di RCTI.
"Tidak sama sekali (dipolitisir Hanura) karena acara itu (program Indonesia Cerdas dan Kuis Kebangsaan) cukup kreatif dan banyak manfaatnya untuk pendidikan rakyat," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Kristiawanto di Jakarta, Sabtu.
Berdasarkan situs resmi KPI Pusat pada Jumat (21/2) program siaran Indonesia Cerdas yang ditayangkan di Global TV dan Kuis Kebangsaan yang ditayangkan di RCTI dihentikan sementara.
Sanksi administratif itu berlaku sejak 21 Februari 2014 hingga dilakukannya perubahan atas materi dua program siaran tersebut.
Dia menilai apabila Hanura dikaitkan dengan dua program tersebut kurang pas karena itu terkait dengan kreativitas warga negara sehingga perlu dihargai.
"Tidak sama sekali (dipolitisir Hanura) karena acara itu (program Indonesia Cerdas dan Kuis Kebangsaan) cukup kreatif dan banyak manfaatnya untuk pendidikan rakyat," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Kristiawanto di Jakarta, Sabtu.
Berdasarkan situs resmi KPI Pusat pada Jumat (21/2) program siaran Indonesia Cerdas yang ditayangkan di Global TV dan Kuis Kebangsaan yang ditayangkan di RCTI dihentikan sementara.
Sanksi administratif itu berlaku sejak 21 Februari 2014 hingga dilakukannya perubahan atas materi dua program siaran tersebut.
Dia menilai apabila Hanura dikaitkan dengan dua program tersebut kurang pas karena itu terkait dengan kreativitas warga negara sehingga perlu dihargai.
"Kami menghormati aturan perundang-undangan, namun
kreativitas warga negara perlu dihargai jangan semuanya dipolitisir,"
ujarnya.
Partai Hanura tetap menghormati keputusan KPI dan menghargai lembaga itu menjalan tugasnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kami menghormati keputusan KPI, namun terkait program tersebut namun menurut hemat kami program tersebut cukup bagus dan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya. [ant]
Partai Hanura tetap menghormati keputusan KPI dan menghargai lembaga itu menjalan tugasnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Kami menghormati keputusan KPI, namun terkait program tersebut namun menurut hemat kami program tersebut cukup bagus dan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya. [ant]
