INILAHCOM,
Jakarta - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh
menilai menjelang Pemilu 9 April nanti, potensi aksi teror masih rawan
terjadi di Aceh.
Hal ini menyusul penembakan yang terjadi terhadap posko NasDem di Aceh.
"Saya yakin teror yang dilakukan siapapun itu dengan senjata yang cukup berat yang didapatkan dari proyektil peluru M16, menandakan suasana disana belum kondusif," kata Paloh dalam konfrensi persnya di kantor DPP NasDem, Gondangdia Jakarta, Senin (17/2/2014).
Dia juga mengklaim, perdamaian yang dirintisnya di Aceh, telah menuai konflik baru.
"Kecintaan NasDem terhadap kondisi Aceh melebihi kecintaan NasDem memenangkan pemilu di Aceh. Kenapa, Aceh sudah cukup menderita. Saya sekaligus putra daerah Aceh, betapa tidak hanya kerisauan, upaya perdamaian yang saya ikut rintis Aceh bebas konflik, alangkah sedihnya ini berkelanjutan dengan konflik baru," jelas Paloh.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah posko milik seorang Caleg Partai NasDem yang terletak di Jalan Line Exxon Mobil, Desa Munyee Kunyet, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, diserang orang tidak dikenal.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (16/1/2014) dini hari, sekitar pukul 04.20 WIB. [gus]
Hal ini menyusul penembakan yang terjadi terhadap posko NasDem di Aceh.
"Saya yakin teror yang dilakukan siapapun itu dengan senjata yang cukup berat yang didapatkan dari proyektil peluru M16, menandakan suasana disana belum kondusif," kata Paloh dalam konfrensi persnya di kantor DPP NasDem, Gondangdia Jakarta, Senin (17/2/2014).
Dia juga mengklaim, perdamaian yang dirintisnya di Aceh, telah menuai konflik baru.
"Kecintaan NasDem terhadap kondisi Aceh melebihi kecintaan NasDem memenangkan pemilu di Aceh. Kenapa, Aceh sudah cukup menderita. Saya sekaligus putra daerah Aceh, betapa tidak hanya kerisauan, upaya perdamaian yang saya ikut rintis Aceh bebas konflik, alangkah sedihnya ini berkelanjutan dengan konflik baru," jelas Paloh.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah posko milik seorang Caleg Partai NasDem yang terletak di Jalan Line Exxon Mobil, Desa Munyee Kunyet, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, diserang orang tidak dikenal.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (16/1/2014) dini hari, sekitar pukul 04.20 WIB. [gus]
