INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjamin tinta sidik jari yang akan digunakan berkualitas.
"Minimal tinta itu bisa satu hari bertahan. Dan pemilih harus mencelupkan jarinya sampai mengenai kuku," kata komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansah kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (13/2/2014).
KPU akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan bagi petugas KPPS agar para pemilih mencelupkan jari dengan benar usai mencoblos di bilik suara.
"Intinya harus mengenai kuku dan tidak boleh dilap," ujar bekas Komisoner KPUD Jawa Barat itu.
Kebutuhan tinta secara nasional sebanyak 1,2 juta botol dan diproduksi dari tiga perusahaan yang berlokasi di tiga wilayah. Produksi tinta paling banyak yaitu di daerah Sidoarjo, Jawa Timur.
"Saya yakin perusahaan-perusahaan tersebut berlomba untuk menunjukkan kualitas. Kalau kualitas mereka buruk, tentu akan kita coret," imbuhnya. [rok]
"Minimal tinta itu bisa satu hari bertahan. Dan pemilih harus mencelupkan jarinya sampai mengenai kuku," kata komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansah kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Kamis (13/2/2014).
KPU akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan bagi petugas KPPS agar para pemilih mencelupkan jari dengan benar usai mencoblos di bilik suara.
"Intinya harus mengenai kuku dan tidak boleh dilap," ujar bekas Komisoner KPUD Jawa Barat itu.
Kebutuhan tinta secara nasional sebanyak 1,2 juta botol dan diproduksi dari tiga perusahaan yang berlokasi di tiga wilayah. Produksi tinta paling banyak yaitu di daerah Sidoarjo, Jawa Timur.
"Saya yakin perusahaan-perusahaan tersebut berlomba untuk menunjukkan kualitas. Kalau kualitas mereka buruk, tentu akan kita coret," imbuhnya. [rok]
