INILAH.COM, Jakarta - Komite Konvensi Capres Partai Demokrat memastikan tidak ada 'anak emas' dari 11 kandidat konvensi capres.
Anggota Konvensi Capres Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, tidak ada diskriminasi terhadap 11 kandidat capres partainya.
Walau, beberapa kandidat didukung oleh keluarga Cikeas maupun elit Demokrat lainnya.
"Disini (konvensi capres Demokrat) tidak ada anak emas, semua sama haknya, biar publik yang akan menentukan siapa yang menjadi capres," kata Didi kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (6/2/2014).
Sebab, kata Didi, 11 tokoh kandidat konvensi capres itu berdasarkan hasil penyaringan yang dilakukan oleh partai dan komite konvensi.
"11 ini pilihan terbaik Partai Demokrat, pilihan terbaik komite konvensi," jelas Ketua DPP Partai Demokrat itu.
Oleh karena itu, anggota Komisi III DPR ini mengatakan seluruh kandidat memiliki hak yang sama. Karena, pemenang konvensi nantinya akan ditentukan berdasarkan hasil lembaga survei yang disewa Partai Demokrat.
"Komite itu menjamin punya kesempatan yang sama, punya hak yang sama. Yang menentukan itu bukan elit, tapi komite konvensi melalui survei," demikian Didi.
Akibat kabar 'anak emas' ini, salah satu kandidat Dino Pati Djalal mengancam mundur sebagai peserta konvensi. [gus]
Anggota Konvensi Capres Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, tidak ada diskriminasi terhadap 11 kandidat capres partainya.
Walau, beberapa kandidat didukung oleh keluarga Cikeas maupun elit Demokrat lainnya.
"Disini (konvensi capres Demokrat) tidak ada anak emas, semua sama haknya, biar publik yang akan menentukan siapa yang menjadi capres," kata Didi kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (6/2/2014).
Sebab, kata Didi, 11 tokoh kandidat konvensi capres itu berdasarkan hasil penyaringan yang dilakukan oleh partai dan komite konvensi.
"11 ini pilihan terbaik Partai Demokrat, pilihan terbaik komite konvensi," jelas Ketua DPP Partai Demokrat itu.
Oleh karena itu, anggota Komisi III DPR ini mengatakan seluruh kandidat memiliki hak yang sama. Karena, pemenang konvensi nantinya akan ditentukan berdasarkan hasil lembaga survei yang disewa Partai Demokrat.
"Komite itu menjamin punya kesempatan yang sama, punya hak yang sama. Yang menentukan itu bukan elit, tapi komite konvensi melalui survei," demikian Didi.
Akibat kabar 'anak emas' ini, salah satu kandidat Dino Pati Djalal mengancam mundur sebagai peserta konvensi. [gus]
