Headlines News :
Home » » Indonesia-Australia Rawan Perang Militer

Indonesia-Australia Rawan Perang Militer

Written By Unknown on Sabtu, 08 Februari 2014 | 15.30

INILAH.COM, Jakarta - Indonesia dan Australia diujung perang militer. Ini lantaran persoalan imigran gelap. Australia justru melempar imigran gelap kembali ke Indonesia.

Wakil Ketua Komisi I DPR (Luar Negeri, Pertahanan Keamanan, Kominfo) TB Hasanuddin menilai kebijakan pemerintah Australia dalam hal ini PM Tony Abot yang mengusir kembali para imigran gelap dari wilayah perairan Australia ke wilayah perairan Indonesia, sangat di sesalkan.

Hasanudin menjelaskan, pertama tindakan ini telah melanggar HAM dan konvensi internasional tentang perlindungan terhadap imigran.

"Kedua, dapat menimbulkan ketegangan bahkan konflik politik dan tidak mustahil menjadi konflik militer antara Australia dengan Indonesia bila Australia terus-terusan melakukan "provokasi" dengan mengembalikan para imigran-imigran itu, karena Indonesia bukan negara asal imigran," jelas Hasanudin dalam pesan singkatnya, Sabtu (8/2/2014).

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, seharusnya Australia mencari solusi yang lebih konprehensif. Yaitu dengan cara melakukan koordinasi dengan negara-negara yang dilintasi seperti Indonesia, Singapura, Malayasia.

Atau pihak Australia berkoordinasi dengan negara asal imigran seperti Irak, Afganistan, Pakistan. Atau dan dengan UNHCR di PBB .

Lanjutnya, tahun 1975 hingga 1980-an Indonesia punya pengalaman pernah menerima ratusan ribu imigran gelap dari Vietnam. Semuanya dapat diselesaikan dengan baik-baik tanpa menimbulkan ketegangan di kawasan ini.

"Mengembalikan imigran yang sudah kesakitan dan kelaparan dapat dianggap sebagai pembunuhan masal yang sangat memalukan dan tak beradab," tegasnya.

Apalagi, sekarang ini lebih dari 60 ribu imigran diperkirakan sedang dalam persiapan di sekitar Malayasia akan menuju Australia. "Dan kalau mereka berangkat sekaligus barangkali cara-cara yang diambil oleh Australia hanya akan menambah persoalan semakin rumit dan bisa saja akan terjadi kematian masal di laut," jelasnya.

Australia kerap 'melempar' imigran gelap yang memilih mencari suaka di Indonesia. Bahkan, tanpa tanggung jawab. Seperti beberapa waktu lalu, ditemukan sekoci berisi imigran di pantai Pangandaran. Sekoci ini milik kapal Australia yang digunakan untuk 'melempar' imigran ke Indonesia. [mes]
Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI