Headlines News :
Home » » Indahnya Keberagaman

Indahnya Keberagaman

Written By Unknown on Rabu, 12 Februari 2014 | 13.56

INI True story. Ketika Catholic Relief for Sevices (CRS), sebuah founding yang berpusat di Huston, Texas AS, memberi kepercayaan kepada Yayasan Padi Kasih menyewa empang di Cengkareng untuk memberdayakan kelompok masyarakat multietnik dan agama. Ada etnik Tionghoa, Madura, Betawi, Timor Leste (ketika itu masih masuk bagian dari NKRI), dan Bugis-Mandar.

Warga masyarakat tersebut sama-sama menggarap empang itu dengan pola bagi hasil. Setiap bidang empang diberikan kepercayaan kepada beberapa orang yang berbeda etnik dan agamanya. Betapa indahnya kebersamaan kala itu, ketika udang di empang itu dipanen semua pekerja merasa puas karena udangnya gemuk-gemuk dan pasti harganya baik. Mereka seperti lupa kalau sekat agama, etnik, dan suku yang tadinya membedakan dirinya.

Di luar dugaan, tiba-tiba di beberapa tempat di Jakarta terjadi kerusuhan besar (Mei 1977). Sejumlah rumah-rumah warga Tionghoa di beberapa tempat di Jakarta dibakar. Wajar kelompok etnik Tionghoa saat itu banyak yang resah. Bahkan ada yang mengungsi ke Singapura atau negara tetangga lain.

Namun para pekerja empang dari etnik Tionghoa sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kecemasan. Teman-teman seperjuangannya yang muslim berdiri di depan rumah mereka untuk memproteksi kelompok yang bermaksud buruk terhadapnya. Mereka meronda di depan rumah temannya hingga betul-betul aman. Kebersamaan di antara mereka betul-betul sangat indah. Ini menunjukkan the humanity is only one.

Pemandangan yang serupa terjadi ketika Gus Dur wafat beberapa tahun lalu. Banyak air mata tumpah membasahi pipi laki-laki dan perempuan, orang tua dan anak-anak remaja, pipi warna putih dari saudara-saudara kita keturunan Tionghoa dan pipi warna hitam dari saudara-saudara kita dari tanah Papua, dari kepala yang bersurban putih para ulama dan blankon putih para pendeta Hindu.

Air mata seperti tidak mengenal jenis kelamin, batas usia, perbedaan agama, dan etnik. Semua air mata sama beningnya. Dari mana pun datangnya, apapun jenis kelamin, etnik, dan agamanya. Sampai saat ini makam Gus Dur ramai dikunjungi oleh peziarah lintas agama dan budaya serta masing-masing mendoakannya dengan khusyuk. Ini membuktikan bahwa the humanity in only one.

Ketika Tsunami menyerang Aceh dan sekitarnya, mayat bergelimpangan di mana-mana. Peristiwa ini menggugah para relawan dari berbagai etnik dan agama membantu para korban dan keluarga korban di Aceh. Tanpa dikomando para relawan tersebut bagaikan tak kenal lelah menggotong mayat-mayat untuk dikuburkan. Sekat-sekat etnik dan agama tidak muncul di daerah ini.

Ini disebabkan karena rasa kemanusiaan yang mendalam sesame anak bangsa dan sesama hamba Tuhan. Bahkan relawan dari mancanegara berdatangan memberikan bantuan kemanusiaan terhadap para korban Tsunami. Betul-betul rasa kemanusiaan itu menembus batas-batas geografis, cultural, dan agama. Lagi-lagi di sini terbukti lagi bahwa the humanity is only one.

Ketika bangsa ini hidup di bawah tekanan penjajah kolonial, warga bangsa dari Sabang sampai Merauke melupakan perbedaan etnik dan agamanya seraya mengangkat senjata dan apa saja yang bisa dijadikan senjata untuk mengusir penjajah.

Rasa nasionalisme dan patriotism membangkitkan adrenalin warga bangsa untuk membela bangsanya sampai titik darah yang terakhir. Agama dan cinta Tanah Air saling memperkuat untuk membebaskan bangsa dari belenggu penjajahan. Puncaknya ketika para Founding Fathers bangsa kita merumuskan naskah proklamasi dan konstitusi, kelihatan sekali kebersamaannya sebagai warga satu nusa satu bangsa dan satu bahasa.

Meskipun umat Islam menduduki mayoritas mutlak tetapi tidak muncul dalam konstitusi sebagai umat Istimewa. Kemayoritasan umat Islam tidak berpengaruh di dalam konsep konstitusi. Sekecil apapun jumlah sebuah kelompok mempunyai kedudukan yang sama dengan kelompok lain sebesar apapun kelompok itu. Inilah Indonesia dengan symbol Bhinneka Tunggal Ika. Betul-betul kebersamaan itu indah. Kebersamaan tidak boleh dikalahkan oleh pertikaian. [mdr]

Share this post :
 
About Us | Advertise With Us | Privacy Policy | Contact Us
Copyright © 2011. Ayo Memilih Lagi ! - All Rights Reserved
Developed by BQ SISCAWATI Published by Ayo Group
Proudly powered by CV. ANEKA JASA MANDIRI