INILAHCOM,
Jakarta - Partai Hanura bereaksi terhadap munculnya film Prabowo
Subianto berjudul "Sang Patriot". Prabowo dinilai sedang panik.
Film itu menggugah kembali tragedi 1998. Saat itu Prabowo menjadi Pangkostrad TNI AD. Sementara, Wiranto adalah Panglima TNI.
Film itu menggambarkan bahwa Prabowo bukan orang yang bersalah kerusuhan 1998. Di film itu juga menyorot bahwa Wiranto yang punya peran sentral mengatur TNI, bukan Prabowo.
"Secara psikologi politik, Prabowo sedang mengalami kepanikan yang cukup tinggi. Kami yakin rakyat bisa mencermati dengan baik apa motif di balik film ini," ujar Wakil Ketua Bapilu DPP Hanura Ahmad Rofiq kepada INILAHCOM, Sabtu (15/2/2014).
Mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini menganggap aneh film Prabowo itu. Sebab, dikeluarkan baru sekarang, jelang pemilu.
Rofiq menegaskan, duet Wiranto-Hary Tanoe pada Pilpres 2014 tidak akan terganggu dengan film Prabowo ini.
"WIN-HT tidak akan terganggu, justru Prabowo yang terganggu. Kenapa baru dimunculin sekarang, padahal pak Wiranto sudah periode yang lalu juga nyapres, dan tidak keluar film itu. Kenapa baru sekarang," kata Rofiq.
Film itu menggugah kembali tragedi 1998. Saat itu Prabowo menjadi Pangkostrad TNI AD. Sementara, Wiranto adalah Panglima TNI.
Film itu menggambarkan bahwa Prabowo bukan orang yang bersalah kerusuhan 1998. Di film itu juga menyorot bahwa Wiranto yang punya peran sentral mengatur TNI, bukan Prabowo.
"Secara psikologi politik, Prabowo sedang mengalami kepanikan yang cukup tinggi. Kami yakin rakyat bisa mencermati dengan baik apa motif di balik film ini," ujar Wakil Ketua Bapilu DPP Hanura Ahmad Rofiq kepada INILAHCOM, Sabtu (15/2/2014).
Mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini menganggap aneh film Prabowo itu. Sebab, dikeluarkan baru sekarang, jelang pemilu.
Rofiq menegaskan, duet Wiranto-Hary Tanoe pada Pilpres 2014 tidak akan terganggu dengan film Prabowo ini.
"WIN-HT tidak akan terganggu, justru Prabowo yang terganggu. Kenapa baru dimunculin sekarang, padahal pak Wiranto sudah periode yang lalu juga nyapres, dan tidak keluar film itu. Kenapa baru sekarang," kata Rofiq.
