INILAH.COM, Jakarta - Partai Gerindra menilai siapapun yang
terpilih menjadi presiden di Pemilu 2014, harus mempunyai kemampuan lobi
internasional yang baik. Hal tersebut penting, selain untuk menjalin
kerja sama internasional, juga diperlukan dalam penegakan hukum.
"Semua tokoh yang maju dalam Pilpres mendatang, diharapkan bukan cuma punya popularitas saja. Namun ia juga harus mempunyai kemampuan-kemampuan sebagai pemimpin, salah satunya dalam hal melakukan lobi internasional yang baik," ujar Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, di Jakarta (11/2/2014).
Ia melanjutkan, kemampuan itu sangat diperlukan untuk penegakan hukum yakni pemberantasan korupsi. Dengan demikian, para koruptor tidak bisa lagi kabur dan melarikan harta hasil korupsi ke luar negeri. "Selain itu, ia juga bisa melobi pemimpin negara lain untuk menangkap dan menyerahkan koruptor ke Indonesia," katanya.
Suhardi menilai, saat ini banyak koruptor melarikan diri dan menumpuk kekayaan diluar negeri karena sistem pemerintahan dan kemampuan lobi yang lemah. Sehingga jika presiden mendatang tidak memiliki keberanian tersebut, maka Indonesia akan semakin di ambang kehancuran dari segala bidang.
"Saat ini banyak kekayaan Indonesia yang dicuri oleh koruptor dan disimpan di luar negeri. Ini menjadi salah satu tugas pemimpin baru, untuk bisa membawa pulang uang milik rakyat itu ke Indonesia," tegasnya.
Kemampuan lobi internasional juga penting, untuk menjaga wibawa bangsa, sehingga negara-negara lain tidak memandang rendah dan bisa sembarangan menekan Indonesia.[bay]
"Semua tokoh yang maju dalam Pilpres mendatang, diharapkan bukan cuma punya popularitas saja. Namun ia juga harus mempunyai kemampuan-kemampuan sebagai pemimpin, salah satunya dalam hal melakukan lobi internasional yang baik," ujar Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, di Jakarta (11/2/2014).
Ia melanjutkan, kemampuan itu sangat diperlukan untuk penegakan hukum yakni pemberantasan korupsi. Dengan demikian, para koruptor tidak bisa lagi kabur dan melarikan harta hasil korupsi ke luar negeri. "Selain itu, ia juga bisa melobi pemimpin negara lain untuk menangkap dan menyerahkan koruptor ke Indonesia," katanya.
Suhardi menilai, saat ini banyak koruptor melarikan diri dan menumpuk kekayaan diluar negeri karena sistem pemerintahan dan kemampuan lobi yang lemah. Sehingga jika presiden mendatang tidak memiliki keberanian tersebut, maka Indonesia akan semakin di ambang kehancuran dari segala bidang.
"Saat ini banyak kekayaan Indonesia yang dicuri oleh koruptor dan disimpan di luar negeri. Ini menjadi salah satu tugas pemimpin baru, untuk bisa membawa pulang uang milik rakyat itu ke Indonesia," tegasnya.
Kemampuan lobi internasional juga penting, untuk menjaga wibawa bangsa, sehingga negara-negara lain tidak memandang rendah dan bisa sembarangan menekan Indonesia.[bay]
